Muslimah News, INTERNASIONAL — Mengutip The New Indian Express (30-8-2024), di tengah kekacauan dan ketakstabilan politik yang sedang berlangsung, Bangladesh menghadapi tantangan lain, yakni meningkatnya pengaruh kelompok dakwah Islam ideologis yang merupakan organisasi politik fundamentalis yang bercita-cita untuk menegakkan kembali kekhalifahan Islam dan menerapkan syariat secara global.
“Kelompok dakwah Islam ideologis ini adalah sebuah organisasi yang mapan dan terdiri dari orang-orang terpelajar. Mereka masuk ke seluruh lapisan masyarakat di Bangladesh saat ini,” kata Profesor Nazmul Ahsan Kalimullah, seorang komentator politik dari Dhaka.
Jika gerakan kelompok dakwah Islam ideologis makin intensif di Bangladesh, sumber lain mengatakan, hal itu juga akan berdampak di India karena operator rahasia di India kemungkinan besar akan berkoordinasi dengan Bangladesh.
Bangkrut dan Gagal
Menyikapi pernyataan tersebut, aktivis muslim Bangladesh Risat Ahmed menyampaikan, rezim Hindustan India yang mengidap islamofobia menyadari dirinya lengah ketika kroni mereka, pembunuh massal Hasina, harus mundur dari kekuasaan dan melarikan diri ke Bangladesh karena takut diadili atas kejahatannya terhadap Islam dan rakyat Bangladesh.
“Keputusan pelarangan dan penganiayaan itu dilakukan karena kebangkrutan intelektual penguasa kolonial Hasina dan kegagalan sistem pemerintahan sekularisme kapitalisme yang mereka terapkan untuk melawan sistem pemerintahan Islam yang dipelopori dan diperjuangkan oleh kelompok dakwah Islam ideologis di Bangladesh,” urainya kepada Kantor Berita ideologis Bangladesh, Senin (9-9-2024).
Sudah menjadi rahasia umum, ucapnya, Hasina yang tiran bekerja sama dengan India dalam membunuh 57 perwira militer berkualifikasi tinggi dari Angkatan Darat Bangladesh di Markas Besar Pilkhana pada tahun 2009. “Siapa pun yang bersuara menentang konspirasi India ini harus menghadapi penangkapan, penyiksaan, penghilangan paksa, dan pembunuhan,” jelasnya.
Rezim Hasina, ungkapnya, akhirnya melarang partai politik nonkekerasan, yakni kelompok dakwah Islam ideologis ini karena melakukan aktivitas kesadaran publik secara besar-besaran mengenai konspirasi Indo-Hasina terhadap negara tersebut. “Namun, keputusan Hasina untuk melarang dan menganiaya [aktivis] partai politik yang lurus mendakwahkan Islam ideologis tidak ada kaitannya dengan keinginan rakyat Bangladesh, dan masyarakat juga tidak takut sedikit pun terhadap kelompok dakwah Islam ideologis tersebut,” ucapnya lugas.
Kelompok dakwah Islam ideologis tersebut, paparnya, telah memantapkan dirinya di seluruh lapisan masyarakat yang berpengaruh di Bangladesh seperti yang digambarkan dengan tepat dalam berita. “Konspirasi rezim Hindustan India untuk menanamkan ketakutan palsu terhadap kelompok dakwah Islam ideologis tersebut kepada masyarakat Bangladesh atas nama militansi pasti akan gagal,” tegasnya.
Bumerang
Propaganda palsu India, jelasnya, mengenai penindasan minoritas di Bangladesh dan menciptakan ketakstabilan melalui agresi air atau sungai sebenarnya telah menjadi bumerang dan makin mempersatukan masyarakat Bangladesh untuk menghadapi dan menggagalkan konspirasi India di masa depan.
Allah Swt. berfirman, lanjutnya, dalam surah At-Taubah ayat 32—33.
{يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ }
“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, justru hendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkannya atas semua agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.”
Ia menegaskan, kembalinya Khilafah Rasyidah kedua yang saleh dengan metode kenabian di Bangladesh dalam waktu dekat akan menambah luka bagi konspirasi yang gagal dari rezim musyrik India. “Khalifah akan segera mempertanggungjawabkan India atas kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Bangladesh. Insyaallah,” pungkasnya. [MNews/IK]
