[Pemikiran Politik Islam] Bagaimana Individu dan Partai Politik Dapat Memengaruhi Politik Internasional dan Kebijakan Negara?

[Pemikiran Politik Islam] Bagaimana Individu dan Partai Politik Dapat Memengaruhi Politik Internasional dan Kebijakan Negara?

Penulis: Syekh Abdul Qadim Zallum

Muslimah News, TELAAH KITAB — Mungkin ada beberapa pertanyaan mengemuka. Bagaimana individu dapat memengaruhi politik internasional? Bagaimana partai politik dapat mengubah kebijakan negara, khususnya apabila kebijakan tersebut sudah berakar kuat di masyarakat dan telah eksis selama berabad-abad?

Jawabannya adalah, manakala seorang individu atau partai politik telah mengikuti dan terlibat dalam aktivitas-aktivitas politik, serta memahami konstelasi politik internasional, mereka tidak boleh melakukannya sekadar untuk kepuasan intelektual, seperti untuk kepentingan pendidikan atau menambah pengetahuan semata.

Seharusnya, mereka mengikuti aktivitas-aktivitas politik, serta terlibat di dalamnya dengan tujuan untuk mengurusi kepentingan masyarakat dunia dan untuk menentukan metode yang efektif dalam memengaruhi politik internasional. Dengan kata lain, mereka mengikuti dan terlibat dalam aktivitas politik untuk menjadi politisi. Bukanlah politisi, apabila mereka menggali informasi politik untuk kepentingan intelektual semata, sekalipun mereka tergolong pemikir besar.

Demikianlah, seorang politisi senantiasa mengikuti aktivitas politik dalam negeri, serta memahami situasi dan politik internasional semata-mata karena ia seorang politisi, bukan karena ia seorang intelektual atau pemikir. Menjadi seorang politisi berarti bahwa ia berusaha keras mengurusi kepentingan dunia, yakni dengan berjuang memengaruhi politik internasional.

Di lain pihak, seorang politisi tidak berjuang untuk kepentingan dirinya sendiri. Akan tetapi, ia berjuang sebagai bagian dari umatnya dan bagian dari sebuah institusi, yakni negaranya. Sekalipun bukan salah satu pengambil keputusan atau pelaksana kebijakan negara, ia sangat antusias untuk menjadi bagian dari mereka dan senantiasa mengoreksi mereka. Dengan demikian, ia akan berpengaruh internasional, meskipun tidak berwenang mengambil keputusan atau tanggung jawab eksekutif.

Negara tempat ia berada juga akan berpengaruh internasional melalui orang-orang sepertinya, atau bersama-sama dengan orang-orang sepertinya, ia berjuang memengaruhi politik internasional. Hal ini akan mengarah pada terbentuknya buah konsep politik, yaitu timbulnya pengaruh suatu negara pada politik dan situasi internasional. Ini terjadi akibat tumbuh dan berkembangnya individu-individu yang sadar politik dan memahami aktivitas-aktivitas politik yang terjadi di dunia, khususnya yang merupakan rekayasa negara-negara adidaya.

Dengan demikian, langkah pertama menuju pengaruh politik internasional dan situasi internasional adalah kristalisasi konsep-konsep politik. Hambatan pertama yang muncul adalah dalam usaha memotivasi individu-individu untuk mengikuti aktivitas- aktivitas politik dan memahami politik internasional, atau dengan kata lain membentuk politisi yang berwawasan internasional.

Kemudian, secara alamiah suatu negara akan berpengaruh terhadap situasi politik internasional. Besarnya pengaruh tersebut menunjukkan tingkat konsep politik yang dimiliki dan sejauh mana nilai konsep-konsep tersebut. Namun demikian, harus dipahami bahwa negara tidak akan mampu tampil di kancah internasional, kecuali jika ia menjalin hubungan dengan negara lain.

Seorang individu dalam suatu masyarakat tidak akan dapat hadir di tengah masyarakatnya, kecuali apabila ia menjalin hubungan dengan individu-individu lainnya. Status dan kedudukannya di tengah masyarakat dan di antara umat manusia sesuai dengan tingkat hubungan, serta pengaruhnya dalam hubungan-hubungan tersebut.

Demikian pula, kehadiran suatu negara ditentukan sampai seberapa jauh hubungannya dengan negara-negara lain. Status negara dapat memperoleh dampak positif atau negatif sesuai hubungannya dengan negara-negara lain, serta pengaruhnya pada hubungan internasional tersebut. [MNews/RY-YG]

Sumber: Syekh Abdul Qadim Zallum, Pemikiran Politik Islam, Upaya Membumikan Politik Sebagai Mainstream Gerakan.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *