Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, KELUARGA — Mempersiapkan remaja muslim untuk menjadi duta Islam kafah merupakan kebutuhan yang mendesak hari ini. Sebab, serangan pemikiran Barat sangat masif untuk menjauhkan generasi umat dari Islam kafah. Target mereka adalah agar Islam versi Barat atau Islam moderat yang diadopsi oleh generasi muda kaum muslim. Barat juga menginginkan remaja muslim menjadi asing dengan pegangan hidupnya yaitu Al-Qur’an dan Sunah.
Remaja yang Beriman dan Taat Syariat
Masyhur di kalangan kaum muslim kisah tentang Mush’ab bin Umair ra.. Beliau masuk Islam pada usia muda dan mengikuti pembinaan Rasulullah saw. di rumah Arqam bin Abi Arqam. Kemudian Mush’ab diangkat sebagai duta Islam pertama dan dikirim ke Yatsrib (Madinah) untuk menyampaikan Islam kepada masyarakat Madinah dan menjadikan kota tersebut sebagai tujuan hijrah setelah baiat pertama kaum Ansar. Seorang laki-laki dari Madinah yang bernama As’ad bin Zurarah membantunya.
Tidak perlu menunggu tua baru mempelajari Islam kafah, sebab Allah memerintahkan kepada kaum muslim yang beriman agar masuk ke dalamnya secara kafah (keseluruhan). Artinya, ketika seorang muslim telah akil balig, maka ada kewajiban baginya untuk memahami dan mengamalkan Islam kafah, bahkan mendakwahkannya.
Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 208).
Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Allah Taala berfirman menyeru para hamba-Nya yang beriman kepada-Nya serta membenarkan rasul-Nya untuk mengambil seluruh ajaran dan syariat; melaksanakan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan sesuai kemampuan mereka.” (Tafsir Ibn Katsir 1/335).
Remaja Pengemban Dakwah Politik
Tentang kewajiban dakwah, Allah Swt. berfirman, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran: 104).
Bahkan, muslim yang tua dan muda ketika mereka menunaikan kewajiban dakwah disebut sebagai khairu umah (umat terbaik). Sebagaimana firman Allah, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran: 110).
Karena Islam kafah bermakna Islam hadir di setiap lini kehidupan, maka remaja muslim harus memiliki kesadaran politik Islam. Sebuah kesadaran akan realitas kehidupan hari ini yang banyak menyimpang atau bertentangan dengan Islam dan harus diubah. Duta Islam kafah akan membongkar kerusakan tersebut dan menyampaikan solusi terbaik yaitu Islam kafah itu kepada masyarakat.
Senantiasa Terbina Iman dan Ketaatannya
Menjadikan remaja muslim sebagai duta Islam kafah mengharuskan mereka mengkaji Islam secara istikamah agar kokoh keimanannya, serta senantiasa terbina pemikiran dan perasaan mereka. Dengan pembinaan Islam kafah, maka akidah Islam menjadi pemimpin dan landasan bagi pemikiran dan perilaku mereka. Dengan demikian, mereka pun akan menjadi pelaku perubahan di tengah-tengah masyarakat.
Allah Swt. berfirman, “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhannya, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS Al-Kahfi: 13).
Ibnu Abbas pernah menyatakan, ”Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan pemuda. Dan seorang alim tidak diberi ilmu pengetahuan oleh Allah melainkan pada waktu masa mudanya.”
Iman dan takwa remaja muslim mendorong mereka untuk tidak silau dengan gemerlap dunia. Dia menyadari bahwa dunia ini adalah ladang untuk mengumpulkan bekal bagi kehidupan akhirat. Sikap seperti ini akan terpelihara dengan istikamahnya remaja dalam pembinaan dan selalu dalam komunitas dakwah yang selalu mengukuhkan akidah dan memperkuat motivasi ruhiyah-nya.
Duta Islam Kafah, Berani karena Allah
Bekal kekuatan iman dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya membuat remaja muslim berani menyampaikan Islam kafah ke tengah-tengah komunitas mereka dan masyarakat. Mengubah kondisi yang buruk dan menyengsarakan umat menuju kehidupan yang terbaik bagi kemaslahatan umat.
Pemilihan Mush’ab sebagai duta Islam bukan tanpa alasan. Ia adalah pribadi yang kukuh iman dan takwanya. Terbukti, suatu hari di Madinah, Mush’ab sedang berdakwah di tengah suku Abdul Asyhal, tiba-tiba Usaid bin Hudhair sang kepala suku muncul dengan tombak terhunus. Dia marah kepada Mush’ab karena mencoba menghasut orang-orang di sukunya untuk meninggalkan agama nenek moyang mereka.
Menghadapi kemarahan Usaid, Mush’ab tetap tenang dan berkata, “Mengapa engkau tidak duduk dan mendengarkan terlebih dahulu? Jika nanti engkau tertarik, engkau boleh menerimanya. Namun, jika engkau tidak suka, kami akan pergi.”
Usaid bin Hudhair pun setuju, kemudian Mush’ab membacakan ayat Al-Qur’an dan menjelaskan tentang agama yang dibawa Muhammad. Setelah selesai mendengarkan, Usaid yang terpesona akhirnya memeluk Islam. Dengan masuk Islamnya Usaid kemudian diikuti oleh pemuka Madinah lainnya yaitu Sa’ad bin Mu’adz dan Sa’ad bin Ubadah sehingga makin banyak penduduk Madinah yang memeluk Islam.
Sebuah keniscayaan jika hari ini pun lahir remaja muslim semisal Mush’ab bin Umair ra.. Hal ini dapat terwujud dengan selalu mendampingi mereka dalam pembinaan, mendorong untuk mendakwahkan Islam kafah, serta mempersiapkan mental mereka dengan berbagai risiko yang akan ditemui seorang duta Islam kafah.
Orang tua, keluarga, dan masyarakat muslim harus mempersiapkan para remajanya untuk menjadi duta Islam kafah. Duta yang tidak menyia-nyiakan masa muda dan tidak teperdaya dengan berbagai tipuan kesenangan dunia. Remaja yang kukuh imannya, memiliki kesadaran politik Islam, berani mengemban amanah sebagai duta, dan menggunakan masa mudanya untuk menggapai rida Allah semata. Wallahualam. [MNews/Rgl]
