Saat Naluri Anak Tidak Terpenuhi

Saat Naluri Anak Tidak Terpenuhi

Penulis: Ummu Naira Asfa

Muslimah News, KELUARGA — Pernahkah Ayah dan Bunda menghadapi anak tantrum? Atau mereka marah-marah atas sebuah kejadian yang sebenarnya sepele dan tidak perlu semarah itu atau tiba-tiba perilakunya berubah? Ya, saat itu ada kemungkinan garizahnya tidak terpenuhi dengan baik. Apa itu garizah atau naluri?

Garizah atau naluri adalah potensi hidup yang diberikan Allah Swt. kepada manusia selain kebutuhan jasmani dan akal. Bedanya dengan akal, rangsangan garizah berasal dari luar tubuh manusia dan jika tidak terpenuhi tidak akan sampai menyebabkan kematian, bi idznillah (dengan izin Allah Swt.).

Garizah ada tiga macam, yaitu garizah tadayyun (naluri beragama), garizah nau’ (naluri untuk melestarikan jenisnya), dan garizah baqa’ (naluri mempertahankan diri).

Garizah tadayyun adalah kebutuhan naluri setiap manusia untuk mengagungkan atau menakdiskan sesuatu. Sebagai seorang muslim, kita menyembah Allah Swt., mengagungkan-Nya, dan mematuhi semua perintah-Nya.

Allah Swt. memberikan aturan dan tuntunan untuk memeluk agama Islam dan beribadah sesuai syariat yang benar. Dengan begitu, kebutuhan naluri beragama akan terpenuhi dengan benar dan lurus.

Yang kedua adalah garizah nau’ atau naluri untuk berkasih sayang. Ini bisa diwujudkan dalam bentuk mencintai orang tua, menyayangi saudara, mengasihi sesama muslim, rasa sayang terhadap binatang peliharaan, termasuk memperlakukan hewan dan tanaman dengan baik.

Selain itu, dalam hal khusus yaitu kasih sayang terhadap lawan jenis, misalkan rasa suka, sayang, dan cinta kepada lelaki atau perempuan yang nanti ketika dewasa mereka akan menikah dan melanjutkan keturunannya.

Garizah ketiga adalah garizah baqa’, yaitu naluri mempertahankan diri, misalkan anak akan membela diri ketika mereka mendapat perlakuan/perkataan yang tidak baik dari orang lain, anak akan mempertahankan pendapatnya ketika ada orang lain yang tidak sepakat dengan keinginannya. Ia akan bertahan ketika ada temannya yang akan memukul atau merebut mainannya.

—

Nah, sebagai orang tua, apa yang perlu kita lakukan agar garizah anak bisa terpenuhi dengan baik dan benar?

Pertama dan terutama adalah menanamkan tauhid kepada anak agar naluri beragama mereka dapat dipenuhi dengan cara yang memang seharusnya dilakukan sesuai perintah agama. Termasuk ketika mereka dihadapkan dengan fakta di masyarakat yang tidak sesuai dengan syariat seperti fenomena kemusyrikan, adat-istiadat yang bertentangan dengan agama, dan seterusnya. Itu semua bisa diselesaikan sesuai syariat Allah Swt.

Harapannya, anak akan punya guideline atau petunjuk hidup yang jelas untuk memenuhi naluri beragama jika mereka memahami ilmu tauhid yang benar dan akidah Islam yang kuat.

—

Kedua, jalin kedekatan dengan anak sehingga secara emosional kita sebagai orang tuanya bisa terus sharing dan mengetahui perkembangan anak-anak kita, apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka keluhkan. Kita bisa memberikan masukan saran dan solusi atas permasalahannya.

Kedekatan emosional ini sangat penting agar tidak ada gap atau jarak yang terlalu besar dengan anak dan mereka pun tidak menjauh dari kita.

—

Ketiga, jalin komunikasi yang baik dengan anak sehingga kita terus nyambung dengan anak dan saat anak punya masalah kita lebih cepat tahu dan bisa memberikan masukan apa solusi yang mereka butuh untuk menyelesaikan masalahnya tersebut.

—

Keempat, mengingatkan anak bahwa tidak semua hal bisa terpenuhi atau sesuai keinginan kita. Ada kehendak Allah yang mungkin berbeda dengan kehendak manusia. Di sini pentingnya kita untuk belajar tentang qada dan kadar (takdir) dari Allah bahwa yang baik dalam kacamata manusia itu belum tentu baik di hadapan Allah Taala.

—

Kelima, ingatkan anak bahwa ketika ada masalah sebaiknya mengembalikan hakikat masalah itu kepada Allah Swt. dengan bahasa sederhana yang mereka pahami. Kita ajak anak senantiasa meminta petunjuk kepada Allah Swt. agar kita diberikan kekuatan oleh Allah Taala.

—

Keenam, jangan lupa untuk mengingatkan anak berbuat baik dan menyampaikan tentang kebaikan Islam. Lingkungan yang baik akan membentuk karakter anak yang baik pula. Sistem yang baik akan membentuk karakter anak yang baik pula. Oleh karena itu, ajak terus anak kita ikut berdakwah di tengah-tengah lingkungan pergaulannya. [MNews/Has]

Foto sampul:

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *