[Fikrul Islam] Pemeliharaan terhadap Karya Ilmiah (Munjizaat) Manusia Beserta Pengembangannya (Bagian 1/2)

[Fikrul Islam] Pemeliharaan terhadap Karya Ilmiah (Munjizaat) Manusia Beserta Pengembangannya (Bagian 1/2)

Penulis: Muhammad Husain Abdullah

Muslimah News, FIKRUL ISLAM – Hasil karya ilmiah manusia terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Yang terlahir dari suatu sudut pandang dalam kehidupan seperti akidah dan sistem kehidupan. Hal ini bersifat khusus. Kaum muslimin tidak boleh mengambilnya (dari bangsa lain-penerj.). Dalam hal sistem kehidupan, umat Islam terikat dengan Islam saja.
  2. Yang terlahir dari dari sains (al ‘ilmu) seperti matematika, astronomi, kedokteran, penemuan-penemuan baru, dan lain sebagainya. Hal ini bersifat umum dan universal. Boleh bagi umat Islam untuk mengambilnya. Kaum muslimin dahulu telah mengambil, mengembangkannya, dan meningkatkannya.

Hasil Karya Ilmiah yang Dikembangkan oleh Kaum Muslimin

Kaum muslimin tidak pernah berhenti dalam menyelamatkan dan memelihara ilmu-ilmu terdahulu dari kepunahan. Bahkan, mereka terus melakukan inovasi. Kaum muslimin juga telah meletakkan dasar-dasar yang cukup signifikan dan mendasar bagi ilmu pengetahuan. Kemudian, secara teratur mereka menyebarkan ilmu pengetahuan tersebut ke Eropa. Di antara jasa kaum muslim terhadap ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut:

1. Kedokteran

  1. Kaum muslimin mempelajari ilmu-ilmu kedokteran dari bangsa Yunani, Suryani, dan Kaldan, kemudian melengkapi ilmu-ilmu tersebut dengan berbagai tambahan yang dilandasi atas eksperimen.
  2. Dari kalangan mereka lahir orang-orang jenius seperti Ibnu Sina, Ar-Razi, dan lain-lain. Tidak hanya kaum lelaki, bahkan tidak sedikit wanitanya seperti saudara perempuan Hafid bin Zahr al-Andalusi dan anak perempuannya; keduanya adalah ahli dalam industri obat dan terapi (pengobatan) khusus wanita. Begitu pula dalam hal pengujian (tes fisik) yang tidak berbeda dengan apa yang ada zaman sekarang.
  3. Mereka (umat Islam) telah melakukan tes pemeriksaan terhadap air seni. Mereka juga telah melakukan pemeriksaan denyut nadi dan mendiagnosis berbagai macam penyakit.
  4. Dalam hal lain, Ar-Razi adalah sebagai orang pertama yang mampu mengidentifikasi penyakit cacar dan campak.
  5. Kaum muslimin pulalah yang pertama kali menggunakan obat bius (al mukhaddir) dalam pengobatan dan pembedahan.
  6. Seorang menteri Lisanuddin Al-Khathib telah menetapkan bahwa penyakit pes menyebar dengan perantaraan infeksi.
  7. Kaum muslimin telah memberikan solusi terhadap penyakit kelumpuhan dengan obat-obatan pendingin (radiator) (lih. Buku Al ‘Ulum ‘Indal ‘Arabiy wal Muslimin)
  8. Mereka pun telah membedah mata (mata hewan) sekaligus mengidentifikasi bagian-bagian (klasifikasi) dan macam-macam penyakitnya, kemudian menjelaskan bagaimana menyempurnakan aktivitas penglihatan. Orang yang mempopulerkannya adalah Ibnu Al-Haitsam dan Shalah bin Yusuf Al-Kahal.
  9. Kaum muslimin mengadopsi teknik operasi dari Yunani dan India. Mereka kemudian mengkaji dan mengidentifikasi penghancuran (fragmentasi) batu di dalam kantung kemih. Orang yang pertama menggeluti bidang operasi adalah Ar-Razi.
  10. Mengenai rumah sakit. Kaum muslimin telah membangun banyak rumah sakit pada masa pemerintahan Bani Umayyah yang disediakan bagi orang yang terkena penyakit lepra dan tuna netra. Akan tetapi ini baru permulaan.
  11. Pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah, mereka mendirikan banyak rumah sakit di Baghdad, Kairo, Damaskus, dan lain-lain. Merekalah yang pertama kali mempopulerkan rumah sakit keliling.
  12. Rumah sakit yang dibangun dibedakan antara lelaki dan wanita. Dan di dalamnya terdapat kamar-kamar khusus bagi setiap pasien
  13. Mengenai farmasi (obat-obatan). Kaum musliminlah yang pertama kali menemukan ilmu farmasi. Orang yang paling terkenal dalam hal ini adalah Ibnu al Baythar
  14. Mereka tidak mendirikan pabrik obat-obatan kecuali setelah mendapat lisensi/surat izin dari negara.
  15. Kaum muslim juga membawa obat-obatan dari India dan negeri lainnya. Mereka mengeksplorasi obat-obatan baru dari tumbuh-tumbuhan, hewan, dan tambang, seperti misalnya kapur, tumbuhan misk, kurma India, labu, di samping mereka menemukan alkohol dan bahan emulsi.
2. Kimia
  1. Kaum muslimin melakukan inovasi yang cukup gemilang dalam ilmu kimia hingga merekalah yang dianggap pelopornya.
  2. Merekalah yang telah menyingkap alkali, amonia, dan lain-lain.
  3. Mereka pulalah yang telah memperkenalkan destilasi, penyaringan, sublimasi, dan pengapuran.
  4. Merekalah yang pertama kali memperkenalkan asam belerang dan asam nitrit.
  5. Mereka pula yang mempopulerkan industri kaca, kertas, kemudian membawanya ke daratan Eropa
  6. Ilmuwan kimia muslim yang paling terkenal adalah Jabir bin Hayyan yang salah satu buku terkenalnya adalah nihayat ul-itqan (penyempurnaan akhir) yang di dalamnya digambarkan eksperimen dan proses kimia dengan gambaran ilmiah yang sangat relevan dengan era kita sekarang.
3. Ilmu Tumbuh-tumbuhan
  1. Kaum muslimin telah menulis berbagai buku yang bernilai tentang gambaran tumbuhan. Di antara yang paling terkenal adalah buku karya Rasyiduddin As-Shuwariy
  2. Mereka menyediakan dedaunan untuk pengobatan di apotik.
  3. Mereka telah menjelaskan tentang tumbuhan dan berbagai manfaat serta tata cara pemanfaatannya dalam hal pengobatan dan sebagai barang konsumsi.
4. Ilmu Pengetahuan Alam
  1. Kaum muslimin telah mempelajari berbagai buku karya orang Yunani dalam hal ilmu pengetahuan alam, seperti buku karya Aristoteles, Hairun al-Iskandariy, Archimedes, dan Ptolemaios.
  2. Mereka juga melakukan koreksi dan perluasan terhadap kandungan buku itu.
  3. Al-Beiruutiy menemukan sebuah wadah yang berfungsi untuk mengukur berat beban untuk benda-benda keras.
  4. Mereka menemukan neraca untuk partikel.
  5. Ibnu Yunus penemu pendulum untuk jam.
  6. Ahli optik Ibnu al-Haytsam telah menemukan perbandingan antara sudut-sudut pemantulan (refleksi) dan pembiasan (refraksi) dan menjelaskan proses pergerakan cahaya mulai dari objek dan berjalan menuju ke mata, serta proses penyimpangan spheric.
  7. Al-Biruniy telah membedakan antara kecapatan cahaya dan kecepatan suara.
  8. Kaum muslimin telah menemukan kompas magnetis untuk mengetahui arah mata angin.
5. Matematika
  1. Kaum mulimin telah mempelajari perhitungan model India dan mengadopsi sistem pen-titik-an desimal yang membantu menciptakan pecahan desimal, serta pengkomaan. Mereka pun telah mempelajari penghitungan progresif, tentang teknik, dan rumus-rumusnya.
  2. Merekalah yang pertama kali menyusun aljabar melalui buah karya seorang ilmuwan Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Tsabit bin Qurrah telah memecahkan persamaan pangkat 3.
  3. Kaum muslimin menggunakan aljabar dalam memecahkan ukuran-ukuran.
  4. Mereka juga mengadopsi teknik dari Yunani, melengkapinya, menyusunnya, serta menciptakan dengan sangat rinci tentang ukuran antara garis lingkaran dan diameter (garis tengah).[MNews/Rgl]
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *