Peternak ayam petelur saat ini menghadapi beban ganda. Di satu sisi, harga telur masih bertahan rendah di kisaran Rp20.000—Rp21.000 per kilogram. Di sisi lain, harga jagung untuk pakan ikut naik menyusul konsentrat. Menurut pengamat kebijakan publik Emilda Tanjung, M.Si., ini sudah terjadi sejak lama akibat politik peternakan kapitalistik.
