[Nafsiyah] Citra Buruk untuk Jalan Kebenaran

[Nafsiyah] Citra Buruk untuk Jalan Kebenaran

Muslimah News, NAFSIYAH — Setan bukan hanya menggoda manusia untuk berzina, tetapi juga melabeli jalan kebenaran sebagai sesuatu yang buruk. Mereka—kalangan jin dan manusia—sangat membenci Nabi dan orang-orang yang berjuang di jalan dakwah, hingga melabelinya dengan sesuatu yang buruk.

Firman Allah Taala, “Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syuaib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), ‘Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuaib, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi.’” (QS Al-A’raf: 90)

Inilah perkataan orang-orang yang membenci jalan keimanan lalu menghasut manusia untuk menjauhi para Nabi dan ajarannya.

Kita akhirnya mengerti, bahwa salah satu konsekuensi berada di jalan kebenaran adalah akan mendapatkan stigma dan label-label negatif. Akhirnya, orang awam pun menjauhi para pembawa kebenaran, hanya sedikit saja—orang yang diberikan rahmat—yang tidak menjauhi pembawa kebenaran. Oleh karena itu, sebuah hal yang wajar jika para pengikut kebenaran jumlahnya sedikit.

Orang-orang yang dengki dan hasad pada Islam, melakukan tiga macam cara untuk menghancurkan peradaban Islam. Pertama, merusak tatanan keluarga. Mengeluarkan keluarga dari rel kitabullah dan sunah.

Kedua, merusak pendidikan. Pendidikan tidak mendapatkan input kebenaran yang bersumber dari Islam. Akhirnya anak-anak muslim tidak mengenal Rasulullah saw. dan para sahabat.

Ketiga, merusak nama para ulama yang berjalan di atas kebenaran. Para ulama dilabeli dengan status yang buruk dan dirusak kehormatannya. Islam dirusak oleh para pendengki dan diserang setiap waktu oleh musuh-musuh Islam.

Kemudian setan dari kalangan jin dan manusia menyerang ajaran dan simbol Islam dalam rangka untuk menjauhkan umat dari Islam. Misalnya, guru yang melatih seorang siswi untuk menggunakan kerudung, dilabeli stigma perundungan dan bentuk pemaksaan. Menggiring opini buruk di tengah umat.

Setan dari kalangan jin dan manusia ini, juga melakukan pembandingan antara muslim dengan pelaku kesyirikan. Misalnya, nonmuslim yang tidak korupsi lebih baik dari pada muslim yang korupsi. Akhirnya, umat Islam yang tidak memahami syariat-Nya, turut membenarkan hal yang demikian.

Saudariku, penyeru kebatilan senantiasa mengelabui umat dengan pemikiran-pemikiran yang datangnya bukan dari ajaran Islam. Mengatakan moderasi Islam sesuatu yang baik untuk diterapkan di tengah masyarakat yang heterogen. Kemudian menyatakan demokrasi dan HAM tidak bertentangan dengan Islam, dan harus dijunjung tinggi setiap warga negara. Apalagi, mengatakan bahwa jilbab merupakan budaya arab, tidak wajib digunakan oleh setiap muslimah.

Begitu banyak citra buruk yang dilontarkan oleh setan dari kalangan jin dan manusia untuk jalan kebenaran. Kita pun harus mewaspadai dan berupaya untuk terus mendakwahkan pemikiran Islam di tengah umat. Kita tidak mengharapkan umat Islam makin jauh dari syariat-Nya. Allah pun telah mengingatkan manusia dalam firman-Nya, “Dan jangan kalian campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kalian sembunyikan yang hak itu, sedang kalian mengetahui.” (QS Al Baqarah: 42)

Upaya menghentikan label-label buruk pada simbol dan ajaran Islam harus dilakukan oleh setiap muslim. Tidak bisa hanya dilakukan oleh sebagian kelompok atau sebagian gerakan Islam karena hal ini merupakan tanggung jawab bersama sebagai seorang muslim.

Kondisi ini pula yang mewajibkan kita untuk bersatu dalam memperjuangkan Islam agar setan dari kalangan jin dan manusia tidak memiliki celah untuk menghancurkan Islam dan memecah belah umat.

Ingatlah Firman-Nya, “Dan berpegang teguhlah kalian pada tali (agama) Allah seraya berjemaah dan janganlah kamu bercerai berai dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan. Lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka. Lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS Ali Imran: 103). [MNews/Rndy]

Sumber gambar: unsplash

Share

One thought on “[Nafsiyah] Citra Buruk untuk Jalan Kebenaran”

  1. Secularisme yg meracuni pemikiran sebagian besarnya umat Islam sehingga umat Islam memahami Islam secara parsial menyebabkan mereka mencampur adukan antara yg haq dan yg bathil yg halal dan yg haram, sistem kufur yg hari mencengkram dunia mendikte umat Islam untuk berlepas diri dari syari’at Islam kaafah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *