Penulis: Muhammad Husain Abdullah
Muslimah News, FIKRUL ISLAM – Allah telah mengharamkan umat Islam mengambil sistem atau aturan mana pun selain Islam dalam rangka memecahkan setiap problematik hidup mereka. Allah juga telah mengharamkan umat Islam untuk berhukum kepada selain hukum Islam. Firman Allah Swt.,
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu sebagai hakim terhadap perkara-perkara yang mereka perselisihkan.” (QS An-Nisa [4]: 65)
Sabda Rasul saw.,
“Setiap yang tidak berasal dari perintah kami, maka hal itu tertolak.” (HR Muslim)
Oleh karena itu, kita tidak boleh mengambil sedikit pun segala sesuatu yang berasal dari peradaban Barat yang kapitalistik sebab peradaban Barat lahir dari suatu sudut pandang tentang kehidupan tertentu yang berbeda dengan sudut pandang Islam, yaitu pemisahan agama dari kehidupan. Padahal, kita telah diharamkan untuk mengambil bagian-bagian mana pun dari peradaban barat tersebut, seperti sistem ekonomi, pemerintahan, politik luar negeri, dan lain-lain.
Sikap Islam terhadap Ilmu-Ilmu (Sains) dan Penemuan Barat
Ilmu pengetahuan (sains) bersifat universal. Dengan demikian, apa-apa yang terlahir dari sains, baik berupa penemuan- penemuan baru, industri-industri, dan segala bentuk materi, maka hal tersebut tidaklah terlahir dari sebuah sudut pandang tertentu terhadap kehidupan. Akan tetapi, semata-mata lahir dari kecerdasan akal, melalui suatu proses eksperimen, pengamatan, dan penarikan kesimpulan.
Oleh karena itu, Islam telah membolehkan umatnya untuk mengambil ilmu pengetahuan dari mana pun sumbernya, apakah dari Barat ataupun Timur. Sebab, hal itu termasuk apa-apa yang telah ditundukkan Allah untuk manusia. Firman Allah Swt.,
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مِّنْهُ
Dan dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya. (QS Al-Jatsiyah[45]: 13)
Dengan demikian, kita boleh mengambil ilmu-ilmu eksperimen dari Barat seperti matematika, ilmu tentang atom, ilmu industri, dan lain-lain.
Sikap Kaum Muslimin Saat Ini terhadap Peradaban Barat
Setelah musibah-musibah yang menimpa umat Islam sebagai akibat penjajahan yang dilakukan Barat dan hadharah Barat, serta setelah musibah-musibah ini berlangsung selama setengah abad secara berturut-turut, maka mulailah umat Islam mencari jalan menuju kebangkitan. Mereka telah mendapati bahwa jalan keselamatan itu hanyalah dengan kembali kepada Islam sehingga terciptalah pada diri mereka sesuatu yang disebut sebagai kebangkitan Islam (ash-shahwah al-Islaamiyyah), yaitu kesadaran untuk menempuh jalan menuju kebangkitan.
Mereka mulai membenci segala sesuatu yang berasal dari Barat seperti rekayasa atau rancangan penaklukan ataupun berbagai manuver politik sebab mereka telah sadar bahwa Barat adalah musuh sengit mereka yang menjadi penyebab terjadinya berbagai musibah. Musibah tersebut diawali dengan terpecahnya Daulah Islamiah dan diakhiri dengan pembentukan negara Israel.
Kaum muslim mulai menampakkan kebencian mereka terhadap peradaban Barat dengan berbagai aktivitas fisik, yang disebut oleh orang-orang Barat sebagai terorisme Islam. Sebagaimana yang terjadi di Libanon untuk melawan kekuatan Amerika dan Prancis. Selain itu, ada juga aktivitas yang dilakukan umat Islam dalam rangka melawan Yahudi Zionis di Palestina dan di seluruh penjuru dunia. Ataupun juga dengan aktivitas-aktivitas politik seperti di Mesir, Aljazair, Tunisia, Yordania, Turki, Suriah, Iran, dan lain-lain.
Semuanya menghendaki Islam dan ingin berhukum dengan Islam. Mereka terus menyampaikan hal ini dalam ceramah-ceramah dan khotbah-khotbah. Mereka juga menulisnya di surat kabar dan majalah. Mereka juga menunjukkan hal ini melalui pemilihan-pemilihan umum, sebagaimana yang terjadi pada pemilihan anggota parlemen di Yordania pada 1989. Ketika itu, perwakilan golongan Islam unggul sekitar 1/3 kursi dalam parlemen. Juga sebagaimana yang terjadi pada pemilihan umum lokal di Aljazair tatkala mereka memperoleh suara sebanyak 55%. [MNews/Rgl]
Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Studi Dasar-Dasar Pemikiran Islam
