Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Allah Taala berfirman, “Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS Maryam: 58).
Demikian pula para malaikat dan penghuni langit, mereka takut kepada Allah Taala. Ini sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Ketika malam Isra, saya melewati penghuni langit dan malaikat Jibril. Mereka seolah-olah seperti alas pelana yang tua usang karena takut kepada Allah.” (HR Thabrani).
Sikap menangis karena Allah Taala muncul karena seseorang takut kepada Allah. Hatinya bergetar karena nama Allah disebut dan jiwanya berguncang ketika mengingat maksiat dan dosa yang ia lakukan. Inilah tangisan keimanan, tangisan kebahagiaan, dan tangisan dari jiwa yang hanif. Bagaimana seseorang bisa bangga menisbahkan diri sebagai muslim yang beriman, tetapi ia tidak pernah merasa takut kepada Allah? Air matanya mengering seolah-olah ia merasa aman dengan maksiat dan dosa yang dilakukannya. [MNews/RY-YG]
