Muslimah News, NASIONAL— Mubaligah Ustazah Sulistiawati angkat bicara terkait kunjungan kenegaraan dan pastoral oeh Paus Fransiskus dalam kapasitasnya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia dan Kepala Negara Vatikan ke Indonesia (3—6 September 2024).
“Setiap kunjungan pemimpin dunia memiliki maksud politik walaupun itu adalah kunjungan agama tertentu. Oleh karena Paus itu adalah pemimpin agama dunia dari Negara Vatikan, maka tidak mungkin hanya kunjungan biasa, pasti ada maksud politik di balik itu,” ungkapnya kepada MNews, Sabtu (7-9-2024).
Demikian pula, sambungnya, terkait pemilihan tempat yang dikunjungi pun memiliki maksud politik. “Indonesia adalah negeri mayoritas umat Islam. Bukankah Indonesia ini negeri kaya ulama? Tentu hal penting bagi pengunjung untuk mengutamakan kunjungannya hendak mengarah ke daerah mana. Kunjungannya ke Indonesia tentu bernilai strategis,” ujarnya.
Apalagi, menurutnya, kunjungan Paus hari ini sejatinya membawa misi perdamaian, pluralisme, dan liberalisme.
Pertama, jelasnya, perdamaian. Namun, ia mempertanyakan, bagaimana mungkin misi perdamaian akan terwujud?
“Faktanya, Vatikan tidak mampu menghentikan kekejaman yang terjadi di dunia, termasuk pembantaian Palestina. Bahkan nyaris tanpa kritik terhadap kekejian Zion*s Yahudi dan negara-negara Barat yang mendukung pembantaian ini,” kritiknya.
Ia menegaskan, adalah omong kosong saat berbicara perdamaian, tetapi tidak ada upaya signifikan untuk menghentikan kebiadaban terhadap umat Islam, khususnya di Palestina.
Kedua, ucapnya, pluralisme. “Bagaimana mungkin Vatikan mengeklaim dirinya [menjunjung] pluralisme, sementara Vatikan itu negara agama yang tidak membiarkan berkembangnya Islam. Betapa palsunya propaganda pluralisme itu. Adakah kita bisa melihat masjid di Vatikan? Umat Islam jika sedang ada di Vatikan dan ingin ibadah ke masjid, mereka pergi mencarinya ke Italia,” cetusnya.
Ketiga, imbuhnya, liberalisme. “Dengan memberkati L687, maka jelas ini misi berbahaya bagi umat Islam karena akan membawa umat lebih bergelimang dosa,” kecamnya.
Kemudian, Ustazah Sulistiawati mengingatkan dengan perkataan Malik bin Anas,
“Ketika lonceng itu dibunyikan, maka kemarahan Allah ‘Azza wa Jalla memuncak sehingga para Malaikat turun, memegang setiap ujung bumi, dan selalu mengatakan, ‘Katakanlah [wahai Muhammad], Dialah Allah yang Maha Esa.’ (QS Al-Ikhlas: 1) sampai kemarahan Allah itu reda.” [MNews/RA]
