[Dunia Remaja] Urusan Perut Bikin Semaput

[Dunia Remaja] Urusan Perut Bikin Semaput

Muslimah News, DUNIA REMAJA — Hi, Sobat! Kali ini agak beda, ya, obrolan kita. Yapz, kita bakal ngobrol soal urusan perut alias makan dan minum. Sepenting apa sih soal perut ini, kok sampai harus kita bahas? Penting banget, Sayang!

Tahukah kalian bahwa kasus diabetes kini terus meningkat dan menyasar usia muda? Bukan hanya diabetes, aneka penyakit degeneratif juga membidik para remaja. Sudah banyak beredar berita tentang nasib remaja yang harus terbaring tidak berdaya karena penyakitnya. Bahkan, tidak sedikit yang harus meregang nyawa. Semestinya usia remaja adalah masa produktif, kan? Menyedihkan!

Terlepas bahwa sakit dan mati adalah ketetapan/kuasa Allah Swt., kita juga mesti mengerti bahwa harus ada ikhtiar yang dijalani. Pasti ada sebab dan akibat dalam setiap peristiwa yang terjadi. Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk ngobrol soal ini. Sip, ya!

Bicara Fakta

Fakta tentang remaja yang sehat dan bebas anemia sudah sering dibahas. Bahkan pernah dijadikan tema pada perayaan Hari Gizi Nasional 2021 lalu. Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa 3 dari 10 remaja Indonesia mengalami kekurangan sel darah merah atau anemia.

Kondisi ini disebabkan karena tubuh kekurangan zat gizi mikro. Gawatnya, jika kondisi ini dibiarkan akan menimbulkan resiko bagi remaja. Manusia muda yang digadang-gadang sebagai aset negara ini beresiko tumbuh menjadi penerus bangsa yang tidak produktif. Ya, bagaimana bisa produktif kalau mau melek aja payah. Iya, kan?

Tahukah kita apa jadinya jika tubuh tidak produktif alias hanya nyaman di posisi rebahan? Masalah lainnya akan muncul, Sobat. Tubuh yang tidak produktif bisa menyebabkan remaja obesitas hingga hipertensi. Dua masalah ini yang kemudian memicu timbulnya penyakit jantung, diabetes, hingga stroke yang makin menyasar masyarakat muda. Ngeri enggak, sih?

Selain itu, tubuh yang tidak produktif atau kurang produktivitas juga dapat menyebabkan perkembangan otak terhambat. Gimana ceritanya mau jadi pengukir peradaban emas kalau otaknya mandek? Benar, ini soal penting bin serius yang tidak boleh diabaikan!

Mengapa remaja zaman now justru rentan menjadi sasaran aneka jenis penyakit menyeramkan tersebut? Biarkan data yang berbicara. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan data bahwa 65 persen remaja Indonesia tidak sarapan sebelum memulai aktivitas belajar. Termasuk juga didapatkan 95 persen remaja Indonesia kurang makan sayur dan buah. (suara[dot]com, 22-1-2021).

Hayo para remaja, ngaku! Kenapa enggak sarapan? Terlalu khusyuk bercengkerama dengan smart phone? Betulkah kurang makan sayur dan buah atau malah enggak mau makan sayur dan buah sama sekali? Wahai para remaja, bersuaralah!

Makan Jangan Asal Makan

Dear Sobat remaja khususnya generasi muda Islam, jangan menzalimi dirimu sendiri. Tubuh kita berhak untuk dipenuhi kebutuhannya. Kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban akan hal ini.

Ingat, penuhi kebutuhan tubuh, bukan sekadar menuruti keinginan. Tidak dipungkiri bahwa saat ini banyak sekali makanan dan minuman yang tampilannya menggiurkan. Akan tetapi, tahukah kalian bahwa ternyata kebanyakan dari jenis makanan dan minuman tersebut hanya memuaskan rasa semata? Kandungan gizi sama sekali tidak ada di dalamnya. Serba sintetis dan pastinya berbahaya bagi tubuh kita. So, jangan asal makan, ya!

Sudah selayaknya kita mulai selektif ketika memasukkan segala sesuatu ke dalam tubuh agar memberikan manfaat. Paling utama tentu mesti terjamin kehalalannya. Apakah cukup sekadar halal? Ternyata belum cukup. Selain halal, makanan atau minuman yang kita konsumsi juga harus tayib (baik), artinya tidak menimbulkan kemudaratan.

Coba ngaku, siapa yang sering ikut challenge makan mi pedas sampai level 14 atau berbagai challenge konyol lainnya? Kelihatannya, sih seru, ya, tetapi gimana akibatnya? Merana! Walau tidak dirasakan seketika itu juga, kelak pasti akan menderita.

Minuman juga begitu. Beraneka warna, rasa, dan aroma lengkap tersedia. Komplit dengan kemasan yang unyu-unyu, kekinian, dan instragamabel. Sudah deh, pasti bakal booming. Rela antre demi sensasi nyeruput dan cekrak-cekrek dengan minuman kekinian. Masalah gizi atau nutrisi, mah, urusan nanti. Pokoknya paling utama harus trendi. Bisa jadi setiap hari ganti variasi rasa. Bahkan mungkin juga ada yang sehari wajib tiga kali konsumsi minuman serupa demi mengisi konten instagramnya. Ada yang begitu? Segera tobat, sebelum terlambat. Sebelum sehat menjadi keramat. Sepakat, ya Sobat!

Sesungguhnya, perkara makan dan minum bukanlah persoalan main-main dalam Islam. Allah Swt. langsung yang memberikan titah kepada kita untuk menjaga setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita. Tidak boleh sembarangan, ya Guys!

Allah Swt. berfirman, ”Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah setan karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al Baqarah: 168).

Ini baru satu ayat Al-Qur’an. Masih ada beberapa ayat lagi yang memberikan informasi serupa, yakni perintah untuk memakan makanan yang halal dan baik. Bagi setiap muslim, seharusnya ayat-ayat Al-Qur’an sudah cukup menjadi petunjuk dalam memenuhi urusan perut. Sekali lagi, makan jangan asal makan, ya. Ikuti aturan yang telah disiapkan agar tubuh mendapatkan hak sesuai kebutuhannya. Tubuh pun akhirnya bisa produktif sebab dibalut dengan kesehatan yang paripurna. Begitu!

Mari Mencontoh Suri Teladan

Siapakah manusia terbaik yang kita wajib meneladannya? Betul, beliau adalah Rasulullah saw., manusia yang telah dinobatkan oleh Allah Swt. sebagai teladan terbaik bagi seluruh umat manusia. Apalagi kita sebagai muslim, meneladan Rasulullah saw. merupakan kewajiban. Dalam hal apa? Kita harus mem-follow Baginda Nabi Muhammad saw. dalam seluruh urusan kehidupan tanpa terkecuali, termasuk juga dalam perkara makan dan minum.

Masyaallah, begitu sempurnanya Islam. Bahkan dalam perkara makan dan minum pun ada aturannya. Demi apa coba? Ya, semata agar manusia memiliki kehormatan dan kemulian dalam kehidupan dunia. Juga demi kebahagiaan kita ketika di akhirat kelak.

Makan dan minum sesuai tuntunan syariat pasti membawa maslahat. Tubuh akan menjadi sehat dan kuat. Jika tubuh kita sehat dan kuat, ibadah pun tidak akan terhambat. Semua akan lancar tanpa kendala. Kita pun akan hidup dengan produktivitas tinggi yang berdampak pada kualitas hidup yang baik di dunia, juga kelak di sisi-Nya. Masak sih enggak mau jadi sekeren ini?

Nah, lantas bagaimana Rasulullah saw. mencontohkan tentang makan dan minum kepada kita? Sebelumnya kita harus ingat bahwa Rasulullah saw. adalah hamba Allah Swt. yang paling memperhatikan pola makannya. Beliau sangat menjaga hal tersebut. So, tidak mengherankan jika selama hidupnya beliau saw. tidak pernah sakit, kecuali hanya dua kali saja menjelang wafatnya. Masyaallah!

Oleh karenanya, penting bagi kita untuk mengetahui pola makan yang beliau saw. ajarkan untuk kita. Bersiap menyimak dan mempraktikkannya, ya!

Pertama, Rasulullah saw. selalu memulai makan dan minum dengan membaca bismillah dan menutupnya dengan hamdalah. Hal ini terkesan gampang, tetapi hari ini banyak sekali kaum muslim yang melalaikannya. Harus kembali dibiasakan, nih!

Kedua, makan dan minum menggunakan tangan kanan. Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa makan dan minum dengan tangan kiri adalah perilaku setan. Jangan coba-coba, ya!

Ketiga, memakan makanan yang paling dekat dengan dirinya. Maksudnya, jika ada hidangan di hadapan kita, ambillah yang paling dekat. Jangan menyeret yang letaknya jauh dari posisi kita. Sip, ya!

Keempat, tidak tergesa-gesa. Sebaiknya makanan dikunyah secara sempurna agar mudah dicerna oleh usus dan lambung. Tidak dianjurkan makan dengan tergesa-gesa, ya Dear!

Kelima, makan dan minumlah sesuatu yang halal dan baik. Rasulullah saw. hanya makan dan minum sesuatu yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi tubuh, serta kaya akan gizi dan nutrisi. Bahasa kekiniannya adalah real food. Hanya makanan asli, bukan makanan olahan yang dimakan oleh Rasulullah saw., yakni kurma, madu, daging, gandum, dan lain sebagainya.

Bagi kita yang hidup di Indonesia tentu bisa mengonsumsi makanan yang jenisnya lebih variatif lagi. Buah-buahan dan sayur-mayur yang beraneka ragamnya sangat bisa menjadi bahan konsumsi harian kita. Daging ataupun ikan segar juga melimpah di negeri kita. Masyaallah, artinya tidak ada alasan bagi kita untuk malas menjalankan pola hidup dan pola makan sehat, kan?

So, mulai saat ini kita jangan lagi asal-asalan dalam urusan makan dan minum. Jangan sampai urusan perut bikin kita semaput, apalagi sampai mendatangkan maut. Jangan! Waspada dan teliti selalu setiap memasukkan apa pun ke dalam tubuh kita. Ingat, ini adalah bagian dari ikhtiar yang akan dimintai pertanggungjawaban. Menjaga tubuh titipan Allah Swt. sama artinya dengan bersyukur. Yuk, bersiap menjadi generasi kuat dan hebat untuk peradaban masa depan. Okay, ya! [MNews/YG]

Sumber: Buletin Teman Surga, edisi: 149

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *