Oleh: Ustazah Ratu Erma Rachmayanti
Muslimah News, TANYA JAWAB — Soal: Ustazah saya mau bertanya, upaya apa yang seharusnya kita lakukan sebagai orang kecil untuk mendakwahkan pemahaman yang benar kepada penguasa? Jazakillah khairan. (Rinda, Tangsel)
Jawaban:
Allah Swt. memerintahkan kepada kita–siapa pun kita–untuk melakukan kewajiban dakwah. Melalui Rasul-Nya, Allah mencontohkan dakwah pada Islam. Rasulullah menentang bangsa Quraisy dengan dakwah berjemaah. Berjemaah adalah perintah Allah Swt. dalam Al-Qur’an surah Ali ‘Imran: 104, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
Rasulullah bersama kelompok muslimin waktu itu bersama-sama menyampaikan kebenaran pada keluarga mereka, tetangga, dan rekan-rekannya. Sekali waktu, ada yang dakwah di tengah kerumunan, di pasar, dll. hingga gerak mereka diketahui “penguasa” Quraisy. Penentangan mulai terjadi, tetapi dengan kesabaran dalam kebenaran, akhirnya ide Islam menerangi beberapa tokoh Quraisy yang punya pengaruh di masyarakat sehingga menjadi muslim dan menolong dakwah.
Para pengikut Rasulullah mayoritas adalah orang lemah, orang kecil, tetapi dengan kekuatan jemaah dan keyakinan mereka akan pertolongan Allah, kelompok orang kecil ini ditakuti lawan. Oleh karena itu, siapa pun muslim yang ingin turut dalam dakwah pada Islam ideologis dan meruntuhkan kekuasaan penguasa zalim, hendaknya ia bergabung dengan jemaah dakwah yang memperjuangkan Islam politik. Ikutilah aturan dan program jemaah tersebut dengan serius dan amanah, niscaya akan memberi kontribusi.
——
Pertemuan Pemimpin Ormas
Soal: Masih banyak umat yang salah paham tentang Khilafah saat ini. Bahkan ada yang memandang dalam Khilafah akan terjadi kekerasan dalam menegakkan hukum—yang dianggap tidak manusiawi—dalam masyarakat. Umat yang tergabung dalam ormas-ormas Islam juga banyak yang menganggap para pahlawan Indonesialah yang banyak andil dalam perjuangan kemerdekaan NKRI sehingga menolak pemikiran Khilafah yang dianggap sebagai produk pemikiran yang diadopsi dari Palestina sehingga tidak boleh masuk ke Indonesia. Pertanyaannya, apakah mungkin tiap pimpinan ormas-ormas Islam di Indonesia mengadakan sebuah pertemuan untuk mendiskusikan hal ini (tentang Khilafah)? Dengan demikian, para pemimpin ormas bisa memberikan maklumat para jemaahnya agar tidak salah paham lagi dengan ide Khilafah yang selama ini dianggap sebagai ideologi yang berdiri sendiri. Ini karena biasanya jemaah hanya akan percaya pada hal yang disampaikan oleh pimpinan ormasnya. Apa mungkin ini dilakukan? Terima kasih. (Tias, Medan)
Jawaban:
Mungkin dilakukan, dan ada peluang untuk itu.
——–
Mewujudkan Islam Kafah
Soal:
Bagaimana caranya kita sebagai umat yang ingin mewujudkan Islam kafah, sedangkan para pemimpin yang sedang memimpin saat ini tidak pernah menyadari bahwa kepemimpinannya tidak mengubah ke arah perbaikan? Bahkan jauh dari ajaran Islam. Terima kasih. (Mega, Bandung)
Jawaban:
Umat wajib mengoreksi penguasa melalui dakwah berjemaah. Jemaah dakwah yang akan mewujudkan Islam kafah mesti akan melakukan koreksi atau kritik atas kebijakan penguasa yang salah dan menyeru mereka untuk menggunakan syariat Islam. Jemaah dakwah mempunyai tugas untuk:
(1). Membina kader yang akan berdakwah pada umat.
(2). Membina masyarakat dengan ide, hukum, dan mafhum Islam.
(3). Mengoreksi kebijakan penguasa yang bertentangan dengan syariat Islam.
(4). Mengadopsi hukum yang mendatangkan kemaslahatan bagi umat dan menuntut penguasa untuk memenuhinya.
Jika Anti sudah bergabung dengan jemaah dakwah yang menjalankan empat tugas di atas, hendaklah Anti istikamah menjalankan program-program yang ditetapkan. Hasil dari proses dakwah akan dimengerti umat dan juga penguasa tentang hal yang diinginkan, yaitu umat menginginkan perubahan pada kehidupan yang baik, dengan syariat Islam.
——-
Pro Kontra Ketika Khilafah Berdiri
Soal:
Saat ini umat muslim terpecah belah, ada yang pro dengan pemerintah dan ada yang kontra. Kenapa hal ini bisa terjadi? Jika suatu saat Khilafah berdiri, apakah perpecahan umat muslim ini tidak akan terjadi? (Putri, Sidoarjo)
Jawaban:
Umat muslim beragam pemahamannya terhadap makna hidup dan tugas mereka. Ada yang sudah paham bahwa hidup mereka untuk membela dan memperjuangkan tegaknya syariat Islam, ada yang belum paham. Ada yang mengerti Islam hanya pada urusan ibadah dan muamalat individu, belum paham syariat Islam yang mengatur ekonomi, politik, sosial, dsb.. Dengan demikian, di antara muslim ada yang menganggap Islam tidak perlu negara, hanya cukup amalan salat, puasa, zakat, sedekah, haji, dsb..
Simpulannya, karena umat Islam sudah lama hidup dalam alam sekuler (agama tidak mengatur negara), maka umat buta Islam politik. Dalam situasi ini, saat Barat dan anteknya melihat ada kesadaran kelompok dari umat untuk mengembalikan Islam dalam politik, mereka berusaha untuk menahannya. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan mengadu domba di antara umat muslim.
Mereka yang buta politik Islam, termakan fitnah bahwa syariat Islam itu barbar, tidak manusiawi, dan sudah kuno. Seolah-olah umat Islam saat ini perlu Islam yang moderat, ramah, dan damai. Nah, muslim yang dibodohi itulah yang menjadi rezim dan pendukung rezim yang diangkat penjajah asing. Jadi, yang menyebabkan konflik dan pro kontra di antara umat muslim adalah adanya adu domba musuh Islam.
———
Cara Mencari Pemimpin yang Bisa Menegakkan Khilafah
Soal:
Untuk menegakkan negara Khilafah sendiri butuh pemimpin yang paham agama. Untuk mencari pemimpin yang bisa menegakkan Khilafah itu bagaimana caranya Ustazah? (Ziya, Madura)
Jawaban:
Pemimpin yang mau dan mampu menjadi khalifah dalam Khilafah itu harus disiapkan, sejalan dengan penyiapan seluruh komponen umat untuk memperjuangkan penegakan Khilafah. Kelompok dakwahlah yang akan menyiapkan calon khalifah sebab kelompok dakwah ini yang mempunyai pemikiran dan pengetahuan tentang tatacara penegakan Khilafah, kriteria khalifah, dan cara mendidiknya.
Kepadanya akan dipahamkan tentang tanggung jawab umum sebagai khalifah, sifat dan karakter yang harus ada pada dirinya, dan bagaimana tugasnya terhadap rakyat dan dipahamkan tentang organisasi, fungsi, tugas, dan wewenang struktur pemerintahan dalam Khilafah. Mulai dari tugasnya, tugas para wakilnya, badan keuangan dengan segala fungsinya, badan peradilan, badan-badan layanan publik, dsb.. Intinya, calon tersebut akan disiapkan oleh kelompok dakwah sebagai partai politik Islam.
———-
Pendakwah Dibungkam, Sikap Kita?
Soal:
Apa yang bisa kita lakukan saat ini, dengan sedikitnya umat yang memahami secara jelas partai politik yang sesuai dengan Islam memang kita harus mengubah pemikiran umat, tetapi dengan kita dihadapkan dengan penguasa yang melakukan segala cara untuk membungkam para pendakwah yang kritis, bahkan yang kita lihat saat ini saking zalimnya pemimpin ini, mereka mulai menyasar per individu pendakwah dengan undang-undang ITE dan jelas undang-undang ini hanya diberlakukan kepada para pendakwah, kalau yang berpihak kepada kezaliman, kebal dengan hukum ini? (Munah, Mataram, NTB)
Jawaban:
Pengemban dakwah penegakan Khilafah wajib meyakini dengan kuat bahwa pemikirannya benar, berasal dari perintah Allah Swt., dan menjadi misi Rasulullah. Karakter dakwah Islam memang menantang segala bentuk kekufuran, kezaliman, dan aturan yang menyalahi syariat Islam sehingga mendapat respons keras dari penguasa menjadi sifat yang melekat padanya. Yakini bahwa kemarahan penguasa adalah sunnatullah perjuangan dakwah Islam. Keyakinan akan menghasilkan sikap kukuh, sabar, istikamah, dan tidak takut.
Kita pun dididik Rasulullah saw. agar tidak menantang bertemu musuh. Akan tetapi, saat musuh datang, kita pantang untuk mundur. Hal ini mengharuskan kita untuk waspada dan siap sedia. Termasuk dalam hal memahami apa saja yang disiapkan musuh untuk mengadang dakwah. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk mengetahui jerat hukum apa yang ada pada UU ITE, UU ormas, UU antiterorisme, dst.. Ini agar kita bisa menyiapkan materi dakwah dengan tepat dan produktif. Tidak sembrono dan gegabah.
Lebih dari itu, materi dakwah kita sesungguhnya adalah firman Allah Swt., hadis Rasul, dan hukum syariat yang bersumber dari keduanya. Bukan semata-mata pendapat kita. Kita menyampaikan kebenaran yang pada dasarnya bisa diterima mereka yang berakal, hujah yang kuat di hadapan lisan manusia dengan akal yang lemah. Mestinya semua yang mendengar seruan dakwah akan tunduk dan menerima.
Namun, penguasa antek tentu saja tidak terima dengan dakwah Islam politik. Oleh karena itu, kita mesti siapkan mental untuk menghadapi hal buruk yang ditimpakan rezim. Allahu al Musta’aan wa ‘alaika al Balaagh wa laa haula wa laa quwwata illa billahi.
————-
Revolusi Akhlak Pemantik Perubahan Hakiki?
Soal:
Sinyalyang tampak pada sosok yang digadang umat saat ini dalam rangka hakikat perubahan yang mendasar untuk menerapkan Islam secara kafah, sepertinya belum sampai. Akankah revolusi akhlak ini sebagai pemantik menuju perubahan hakiki? (Erdiana, Palembang)
Jawaban:
Kita belum mendengar secara sharih/jelas bahwa seruan yang digemakan kali ini adalah penegakan Khilafah. Yang jelas, keinginan umat hari ini untuk mempunyai sosok pemimpin muslim saleh dan menerapkan syariat Islam sudah ada. Kondisi ini terlihat sejak aksi bela Islam, yang bergulir pada isu gubernur muslim untuk Jakarta, dan hingga saat ini ketika rezim kian zalim.
Bagi kita pengemban dakwah syariat dan Khilafah, tetap harus bekerja dalam koridor jemaah. Perjelas gambaran Khilafah dan kepemimpinan Islam pada umat, bagaimana cara menegakkan Khilafah, dan bagaimana peran umat dalam mewujudkannya. Proses ini masih memerlukan waktu. Bekerjalah lebih giat, insyaallah makin dekat dengan kemenangan.
———-
Mewujudkan Perubahan Umat
Soal:
Apakah perubahan umat saat ini bisa diwujudkan? Sementara umat muslim sendiri saat ini belum bisa bersatu. Di negara kita sendiri saja umat muslimin saling berseteru satu sama lain. Apalagi yang pro dengan rezim saat ini, makin seenaknya saja mereka menzalimi para ulama dan membuat makar. Mohon penjelasannya Ustazah. (Erlina, Medan)
Jawaban:
Perubahan harus diwujudkan dan bisa bi-iznillahi. Kita satukan terlebih dahulu pemikiran dan perasaan umat sehingga punya satu suara yaitu perubahan sistem kufur demokrasi menjadi sistem Islam, Khilafah. Yaitu sebuah format negara baru yang menerapkan seluruh syariat Islam dengan penjagaan dan keamanan militer Islam, setelah kejatuhan negara adidaya sekuler. Memang untuk mewujudkannya memerlukan waktu dan pengorbanan. Jangan pesimis melihat fakta yang ada, tetapi bekerjalah untuk menyatukan hati dan rasa umat dengan dakwah Islam, niscaya Allah yang menyatukan hati, pikiran, dan suara umat karena ikatan akidah dan syariatnya yang satu.
Abaikan perbedaan kelompok, mazhab, dan parpol. Tawarkan saja konsep-konsep tentang penyatuan umat dalam naungan Khilafah. Makar orang-orang zalim, biarkan menjadi urusan Allah. Wa makaruu wa makara Allahu, wa Allahu khairu al maakiriin. Wallahu ghalaba amrihi, mereka akan hancur dengan kezalimannya.
——–
Menarik Minat Individu terhadap Hukum Islam
Soal:
Bagaimana cara menarik minat masyarakat/individu untuk menerapkan hukum Islam dengan segera, ketika mereka menolak untuk menerapkannya? (Rahma, Medan)
Jawaban:
Jelaskan bahwa menerapkan hukum Islam dalam bernegara, berekonomi, berpolitik, dan sebagainya adalah kewajiban dari Allah, sama halnya dengan kewajiban salat, zakat, menutup aurat, dan sebagainya yang menuntut harus segera dilaksanakan. Hanya saja, untuk salat, zakat, dll. itu bisa dilakukan seseorang dengan segera. Sementara itu, menjalankan hukum Islam lainnya tidak bisa langsung oleh orang per orang, melainkan akan terwujud karena hasil dari kerja kelompok dakwah. Yaitu kerja bersama dengan seluruh komponen umat.
Gambarkan sirah dan tarikh penerapan syariat Islam dari masa Rasulullah saw. hingga para khalifah terakhir tentang kebaikannya dan kondisi umat Islam yang berjaya dan dihormati saat itu. Dengan harapan umat merindukan situasi itu dan tergerak mewujudkannya. Jangan pesimis, yakinlah bahwa tidak semua umat menolak dakwah Islam seperti halnya juga tidak mungkin semua akan menerimanya. Namun, akan ada yang menerima dengan kesadaran dan berkorban memperjuangkannya.
Jika di hadapan Anti ada yang menolak, lihatlah di tempat lain, ada yang menerima. Jika yang menolak itu orang yang punya kekuasaan dan seolah akan memengaruhi banyak masyarakat, yakinlah orang yang menerima dakwah juga mempunyai pengaruh di tengah masyarakat. Jika tidak demikian, tidak mungkin ada fakta bertambahnya para pendukung dakwah. Optimisme adalah kekuatan untuk bekerja. Wallahualam bissawab. [MNews/Rgl]
