[Ath-Thariq] Strategi Pendidikan dalam Islam

[Ath-Thariq] Strategi Pendidikan dalam Islam

Penulis: Syekh Ahmad Athiyat

Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Daulah Islam telah mencurahkan perhatiannya pada pendidikan sejak masa-masa pertama kemunculannya. Hal itu tampak jelas ketika Rasulullah saw. menjadikan tebusan untuk membebaskan satu orang tawanan Quraisy setelah perang Badar adalah mengajar sepuluh orang kaum muslim. Perhatian akan pendidikan dan berbagai macam ilmu pengetahuan pun makin bertambah seiring majunya Daulah Islam dan mencapai puncaknya ketika Eropa masih mendengkur dalam tidur yang panjang dan masih berenang dalam samudra kebodohan dan kegelapan. Popularitas perguruan tinggi Daulah Islam yang ada di beberapa kota seperti Kairo, Baghdad, dan Andalusia waktu itu telah mencapai tingkat popularitas yang lebih tinggi dibandingkan ketenaran perguruan tinggi Eropa dan Amerika yang ada sekarang ini. Ayat dan hadis yang mendorong pencarian ilmu dan pelaksanaan pendidikan ini jumlahnya sangat banyak.

Allah Swt. berfirman,

وَنُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

“Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS At-Taubah: 11).

وَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِۚ وَمَا يَعْقِلُهَآ اِلَّا الْعٰلِمُوْنَ

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (QS Al-Ankabut: 43)

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ

“Katakanlah, ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS Az-Zumar: 9).

Dari Rasulullah saw. bahwasanya beliau bersabda, “Barang siapa yang menyusuri sebuah jalan demi mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga.”

“Kelebihan seorang yang berpengetahuan atas seorang ahli ibadah seperti kelebihanku atas orang-orang yang ada di bawahku.”

Beberapa intisari penting dari strategi pendidikan dalam Daulah Islam:

1. Akidah Islam menjadi satu-satunya asas landasan dibangunnya sebuah metode pendidikan, baik dalam pelajaran ataupun pembelajaran. Hal itu tiada lain karena akidah inilah yang menjadi asas pemikiran sehingga pemberian materi akidah harus menjadi yang pertama dan utama kemudian baru membangun maklumat dan ide-ide di atasnya. Inilah yang telah dilakukan Rasulullah saw.. Telah diriwayatkan bahwasanya beliau saw. ketika mendengar sebagian orang mengatakan sesungguhnya matahari mengalami gerhana karena kematian Ibrahim, putra Rasulullah saw., beliau lalu mengatakan,

“Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, keduanya tidak akan mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang.”

Dalam hadis ini Rasulullah saw. menjadikan akidah sebagai asas untuk berbagai informasi yang berkaitan dengan gerhana matahari dan gerhana bulan. Dalam hadis dari Abu Said,

“Kami pernah keluar bersama Rasulullah saw. dalam Perang Bani Musthaliq saat kami mendapatkan seorang wanita Arab sebagai sabiyya (rampasan). Wanita tersebut sangat menarik kami, tetapi kami berkeinginan kuat untuk tidak hamil sehingga kami lebih suka melakukan azl. Lalu kami bertanya pada Rasulull saw mengenai hal itu dan beliau saw. pun menjawabnya, ‘Apa yang memberatkan kalian jika kalian melakukan? Sesungguhnya Allah Zat Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, benar-benar telah mencatat sebagaimana apa adanya, sebagai Sang Pencipta hingga kiamat.’” (HR Muslim).

Dalam hadis ini Rasulullah saw. menjadikan akidah sebagai asas dalam menjawab pertanyaan mereka. Oleh karena itu, kita tidak boleh mempelajari sesuatu yang bertentangan dengan Islam kecuali setelah adanya asas yang kukuh kuat, yakni akidah Islam dalam setiap jiwa.

2. Negara harus memberikan kesempatan belajar pada semua rakyatnya secara gratis hingga berakhirnya tingkat tsanawiy (menengah) dan memberikan kelonggaran pendidikan tingkat perguruan tinggi secara gratis bagi setiap individu rakyatnya. Rasulullah saw. bersabda,

“Mencari ilmu itu wajib atas setiap muslim laki-laki dan perempuan.”

Tidak terlaksananya sebuah kewajiban kecuali dengan adanya sesuatu maka sesuatu itu pun menjadi wajib. Oleh karena itu, Daulah harus memenuhinya.

3. Daulah harus memerangi buta huruf semaksimal mungkin dan berupaya mendidik mereka yang belum memiliki tsaqafah. Ini bisa dipahami dari kisah tawanan perang Badar yang Rasulullah saw. menjadikan tebusan mereka dengan cara mengajar sepuluh orang anak-anak kaum muslim.

4. Wajib mengajarkan ilmu pengetahuan, industri, navigasi atau pelayaran, pertanian, dan sebagainya, dan haram mengajarkan segala sesuatu yang bertentangan dengan Islam seperti melukis dan mengukir. Ini berdasarkan pada keumuman dalil. Dalam bagian pertama begitu banyak dalil yang menunjukkan kewajibannya. Adapun bagian kedua banyak juga dalil yang mengharamkannya.

Inilah sekilas penjelasan tentang politik pendidikan dalam Islam yang harus ada dalam Daulah Islam, dan ini pulalah yang menjadikan Islam menjadi pemimpin pada masa lalu. Kelemahan daulah Islam pada hari-hari keruntuhannya juga telah diteliti, yaitu negara membuka berbagai sekolah, tetapi kondisinya sangat buruk secara umum dan negara dipaksa dalam melakukan kelengahannya itu. [MNews/Rgl]

Sumber artikel: Syekh Ahmad Athiyat, Ath-Thariq (Jalan Baru Islam)

Share

One thought on “[Ath-Thariq] Strategi Pendidikan dalam Islam”

  1. Islam telah mengatur sedemikian rupa setiap aspek kehidupan manusia.. semoga pendidikan di negeri ini bisa lebih baik lagi, dan setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikannya hingga tingkat perguruan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *