Muslimah News, NAFSIYAH — Apakah yang bisa meringankan semua kesusahan yang dialami seorang mukmin di dunia? Jawabnya, ketika ia bisa merenungi dan menghayati berbagai hikmah yang agung dari Allah Taala sehingga menjadikan dirinya beriman dan bertakwa.
Memahami hikmah bisa menyempurnakan keimanan dan makin mendekatkan seseorang kepada Allah Taala. Ini akan mampu menguatkan kesabaran dan membuatnya bersikap husnuzan (berprasangka baik) kepada Allah terhadap segala ujian dan musibah yang menimpa.
Akhirnya, Allah akan makin melipatgandakan balasan kebaikan baginya. Allah memperlakukan seorang hamba sesuai persangkaan hamba tersebut kepada-Nya. Firman Allah Taala, “Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai persangkaannya kepada-Ku.” Maksudnya ialah, Allah Taala akan memperlakukan seorang hamba sesuai persangkaan hamba tersebut kepada-Nya dan sesuai harapan baik atau buruk dari hamba tersebut. Hendaknya seorang hamba selalu berharap dan berprasangka baik kepada Allah Taala.
Hal di atas juga berlaku dalam menyikapi kondisi saudara-saudara seakidah kita di Gaza. Ada banyak hikmah yang bisa diambil oleh setiap mukmin. Salah satu hikmah dari peristiwa genosida yang dilakukan Entitas Yahudi terhadap kaum muslim di Palestina, yaitu puluhan orang masuk Islam di Australia.
Sebanyak 30 orang wanita di Australia memutuskan memeluk Islam. Ini bukan tanpa alasan. Keputusan mereka memeluk Islam dilandasi oleh perang yang masih berkecamuk di Gaza. Ketegaran para perempuan di Gaza sangat dirasakan oleh perempuan Australia sehingga menyebabkan gelombang perpindahan agama di Melbourne.
Bukan hanya itu, ada seorang aktivis sekaligus TikToker Amerika, Megan Rice memutuskan masuk Islam setelah terinspirasi oleh ketangguhan masyarakat di Gaza. Ia mulai membaca dan mempelajari Al-Qur’an, lalu mengucapkan syahadat, mengumumkan masuk Islam, dan mengungkapkan bahwa ia merasa aman dan tenteram dalam hijabnya.
Ia mengatakan, “Saya mulai membaca Al-Qur’an untuk mengetahui rahasia sumber kekuatan masyarakat Gaza.” Masyaallah.
Memahami Berbagai Hikmah yang Agung
Pertama, Allah Taala menjadikan musibah dan cobaan untuk membersihkan, serta mengeluarkan semua kotoran dan penyakit hati yang ada pada hamba-Nya. Dengan demikian, hamba tersebut bisa meraih pahala yang sempurna dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Taala.
Kedua, musibah dan cobaan untuk menyempurnakan penghambaan diri dan ketundukan seorang mukmin kepada-Nya. Allah mencintai hamba-Nya yang selalu taat beribadah kepada-Nya dalam semua keadaan, baik susah maupun senang. Ini sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Sungguh mengagumkan keadaan seorang mukmin, semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya) dan ini hanya ada pada seorang mukim. Jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia akan bersyukur, hal itu adalah kebaikan baginya, dan jika ia ditimpa kesusahan, ia akan bersabar, itu ialah kebaikan baginya.” (HR Muslim).
Ketiga, musibah dan cobaan di dunia untuk menyempurnakan keimanan seorang hamba terhadap kenikmatan yang Allah sediakan bagi hamba-Nya yang bertakwa di surga kelak. Sesungguhnya surga ialah negeri yang penuh kenikmatan kekal abadi, serta tidak ada kesusahan dan penderitaan padanya selamanya. Dengan demikian, hamba tersebut dapat mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat kelak.
Ingatlah sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barang siapa yang rida, maka ia yang akan meraih rida Allah. Barang siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR Ibnu Majah). Wallahualam bissawab. [MNews/Rndy-YG]
