[Fikrul Islam] Faktor Objek Politik (Bagian 1/2)

[Fikrul Islam] Faktor Objek Politik (Bagian 1/2)

Penulis: M. R. Kurnia dkk.

Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Faktor ini terkait dengan jenis objek dan kerangka pengamatan yang digunakan sebelum menganalisis sebuah fakta politik. Hal ini mutlak untuk diketahui karena pengetahuan jenis objek dan kerangka pengamatan ini akan menuntun politisi muslim pada kemampuan memilah, memilih, dan mengungkap secara tepat dan optimal suatu realitas politik.

Secara ringkas, kerangka pengamatan terbagi menjadi empat bagian besar. Pertama, input fakta politik. Maksudnya, sebelum politisi muslim melakukan analisis politik harus diketahui dari mana fakta politik tersebut muncul atau bersumber. Artinya harus diketahui secara mendetail dan jelas hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa politik, seperti siapa yang berkomentar, pada acara apa, di mana, dengan siapa, kapan, dan segala sesuatunya sebelum fakta politik tersebut muncul.

Artinya, ketika mencoba memberikan analisis politik, maka kita harus mengetahui secara detail background orang yang berbicara, orang yang diajak berbicara, kaitan peristiwa tersebut dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya, dan semua peristiwa yang terkait dengan fakta politik sebelum peristiwa tersebut terjadi. Apa kaitan peristiwa ini dengan peristiwa sebelumnya? Itulah pertanyaan yang mungkin bisa membantu menganalisis fakta politikini dapat diketahui dari sejarah yang meliputi dokumen politik, arsip, dokumen sejarah, dan fakta-fakta sejarah lainnya.

Kedua, proses politik. Maksudnya, politisi muslim harus mengetahui secara jelas dan jernih apa-apa saja yang melingkupi sebuah fakta politik. Hal ini akan sangat berguna bagi pemberian analisis politik sebab faktor-faktor yang terkait dalam proses keluarnya fakta politik (baik faktor eksternal maupun internal) biasanya dan (cenderung pasti) berpengaruh terhadap fakta politik tersebut. Jadi peristiwa-peristiwa yang terjadi selama berlangsungnya sebuah fakta politik ikut mendukung dalam proses analisis.

Sebagai misal, meledaknya bom Bali. Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat bom tersebut meledak perlu diketahui sehingga analisis untuk mengetahui siapa otak bom Bali akan dengan mudah diketahui. Ungkapan-ungkapan saksi mata dan rekaman-rekaman atas peristiwa tersebut itulah yang dikatakan sebagai proses politik. [MNews/Rgl]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *