Muslimah News, NAFSIYAH — Hidupnya penuh dedikasi kepada umat. Waktunya habis untuk memikirkan kemaslahatan umat. Berjuang untuk umat, mengorbankan air mata, darah, bahkan nyawa pernah dipertaruhkannya untuk umat. Sampai di ujung hayatnya, umat selalu menjadi prioritas perhatiannya. Di akhirat pun, umat yang beliau cari untuk diberikan syafaatnya. Cintanya tulus kepada umat.
Berikut beberapa contoh nyata dari cinta Rasulullah ﷺ kepada umatnya,
Berdoa untuk Umat Setiap Salat
Ada kisah menarik yang terekam dalam banyak kitab hadis, diriwayatkan bahwasanya Nabi ﷺ sedang berbincang santai di rumahnya bersama Sayyidah ‘Aisyah.
Beliau (‘Aisyah) mengatakan, “Ketika aku memandang wajah Nabi, terasa ketenangan dalam diri, lalu aku katakan kepada beliau, ‘Ya Rasul, berdoalah kepada Allah untukku.’ Kemudian Nabi pun berdoa kepada Allah, ‘Ya Allah, ampunilah ‘Aisyah, seluruh dosanya yang lalu dan yang akan datang. Dosanya yang terlihat dan yang tersembunyi.’ Mendengar doanya Nabi itu, ‘Aisyah kemudian tersenyum lebar dan tertawa. Saking senangnya, sampai-sampai ia menjatuhkan kepalanya di pangkuan Nabi. Kemudian beliau mengatakan, ‘Senangkah kau dengan doaku tadi?’ Sayyidah ‘Aisyah menjawab, ‘Bagaimana mungkin aku tidak gembira dengan doamu, Ya Rasulullah?’ Rasulullah kemudian meneruskan, ‘Demi Allah, itulah doaku untuk umatku setiap salat.'” (HR Ibn Hibban)
Sungguh Rasulullah peduli kepada umatnya. Padahal setiap hari sudah berdakwah menyampaikan syariat agar umat terhindar dari perbuatan zalim, dosa, bahkan kesyirikan. Namun, kalau pun tetap ada umatnya yang menolak dakwah dan akhirnya jatuh pada kemaksiatan, Rasulullah tetap mendoakannya.
Selalu Memohon Keselamatan Umat
Dalam sebuah riwayat yang masyhur sekali disebutkan bahwasanya setiap malam dalam salatnya, Nabi ﷺ tidak berhenti meminta kepada Allah untuk memberikan ampunan pembebasan azab untuk umatnya.
Beliau (Abu Dzar) mengatakan, “Aku mendengar Nabi ﷺ satu malam dalam salatnya, ia membaca dan mengulang-ngulang firman Allah di setiap rukuk dan sujudnya, ‘Jika engkau mengazab mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya memang Engkau Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana.’ (QS al-Maidah: 118). Abu Dzar kemudian bertanya, ‘Wahai Rasul, sejak malam tadi engkau mengulang ayat itu di setiap rukuk dan sujudmu sampai waktu subuh datang. Ada apa gerangan?’ Nabi ﷺ menjawab, ‘Aku memohon syafaat kepada Allah untuk umatku. Dan itu dikabulkan oleh-Nya bagi mereka yang tidak menyekutukan-Nya.’” (HR Ibn Abi Syaibah & Ahmad)
Menangis untuk Umatnya
Dalam riwayat Imam Muslim, diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Amr bin al-Ash, “Nabi pernah menangis di hadapannya ketika membaca ayat Allah, “Sesungguhnya, berhala-berhala tersebut banyak menyesatkan manusia. Dan siapa yang mengikutiku, mereka adalah golonganku” (QS Ibrahim: 36). Dan beliau pun menangis kembali ketika membaca ayat Allah yang lain, “Jika engkau mengazab mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya memang Engkau Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Maidah: 118). Kemudian Nabi mengangkat tangan sambil menangis dan mengatakan, ‘Ya Allah, umatku… umatku….’ Akhirnya Allah mengutus Jibril untuk menemui Nabi ﷺ tentang apa yang membuatnya menangis dan Jibril pun tahu apa itu. Dan Allah berfirman, ‘Wahai Jibril, datang temuilah Muhammad dan katakan kepadanya bahwa kami akan membuatnya rida dengan apa yang kami takdirnya untuk umatnya dan kami tidak akan menzalimimu.'” (HR Muslim)
Sahabat, saking sayangnya Rasulullah kepada umatnya, beliau tidak pernah rida umatnya untuk mendapatkan azab. Oleh karenanya, dalam setiap kesempatan berdoa, beliau selalu memohon kepada Allah untuk menghindarkan azab dari umatnya. [MNews/Nsy]
Sumber: Quran Best
Foto sampul: unsplash

Subhanallah, Rasulullah memikirkan kita umatnya ketika beliau masih hidup hingga akhirat kelak, mengapa kita sebagai umat masih lalai untuk memperjuangkan syariat yang dibawanya agar kita layak untuk bertemu dengan Nya kelak.