[Keluarga] Meluruskan Visi Bersekolah Remaja Muslim

[Keluarga] Meluruskan Visi Bersekolah Remaja Muslim

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, KELUARGA — Setelah viral “menggoyang” istana, bahkan menjadi duta intelektual remaja, Farel Prayoga kini mendapat tawaran manggung di mana-mana. Mungkin para orang tua dan remaja ada yang berkomentar, “Beruntungnya Farel! Cita-cita menjadi penyanyi sudah tercapai, bermodal viral bisa meraup banyak cuan pada usia muda. Lalu sekolahnya bagaimana?”

Harus menjadi pertanyaan kita bersama, apakah dalam kondisi seperti itu, sekolah bisa sekadar formalitas? Sebuah realitas yang harus menjadi perhatian serius orang tua, remaja, dan masyarakat di negeri ini.

Bersekolah harusnya memiliki visi tinggi yang ingin diraih, yakni agar menjadi manusia berkepribadian luhur, menebar manfaat, hingga menjadi investasi dunia dan akhirat.

Menuntut Ilmu Wajib bagi Setiap Muslim

Bersekolah merupakan salah satu cara bagi remaja dalam menuntut ilmu, yakni mempelajari ilmu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.

Allah Swt. juga memberikan kedudukan yang tinggi bagi orang yang berilmu. Allah Swt. berfirman, ” … niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mujadalah: 11)

Juga banyak hadis Rasulullah Muhammad saw. tentang menuntut ilmu. Rasulullah saw. bersabda, “Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan.” (HR Ibnu Majah)

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim).

“Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang,” (HR Tirmidzi)

Nas-nas inilah yang mestinya menjadi motivasi seorang muslim dalam menuntut ilmu, termasuk remaja ketika bersekolah. Keluarga harus menanamkan pemahaman ini kepada anak remaja mereka.

Bersekolah bukan formalitas agar punya rapor atau ijazah, bukan pula karena disuruh orang tua, terlebih agar bisa mudah mendapatkan pekerjaan atau memperoleh uang.

Menuntut Ilmu agar Menjadi Pribadi yang Mulia

Dengan bersekolah, remaja tidak hanya mendapat manfaat untuk diri sendiri, tetapi juga berguna untuk orang lain, masyarakat, bangsa, bahkan agama.

Sungguh besar manfaat yang didapatkan anak yang belajar membaca, menulis, dan berhitung di bangku sekolah. Di jenjang, sekolah yang lebih tinggi, ia pun akan mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam lagi sehingga menjadi manusia yang tidak hanya mampu berinteraksi dengan makhluk lain, tetapi juga menjadi muslim yang semakin taat kepada pencipta-Nya, Allah Taala.

Di sekolah, remaja akan belajar tentang moral, adab, dan sopan santun. Ia juga akan belajar bahasa serta cara berkomunikasi dengan sesama manusia. Juga belajar ilmu pengetahuan alam sehingga makin bertambah keimanannya kepada Sang Pencipta dan menjadi manusia yang pandai bersyukur atas nikmat yang Allah sediakan di alam.

Pelajaran yang bermanfaat untuk remaja dalam menjalani kehidupan di dunia ini bukanlah sebatas punya ijazah untuk melamar pekerjaan dan memperoleh uang. Apalagi jika ditambah dengan pemahaman bahwa berbagai ilmu yang dipelajari di sekolah juga akan menjadi simpanan pahalanya di akhirat.

“Jika seorang manusia mati, terputuslah darinya semua amalnya, kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR Muslim)

“Barang siapa yang menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu.” (HR Ahmad)

Butuh Dukungan Keluarga, Masyarakat, dan Negara

Dengan bersekolah, remaja muslim tidak hanya akan diasah akal pikirannya, tetapi juga perasaan dan budi pekertinya. Memang semua ini tidak mayoritas diperoleh di sekolah, remaja muslim masih membutuhkan pembinaan agama di keluarga dan lingkungan sekitar. Agar ilmu yang didapatkan di sekolah bisa diaplikasikan dan mungkin ditambah agar lebih kuat menancap pada amal perbuatan mereka.

Sudah seharusnya sekolah memiliki kurikulum pendidikan yang juga bervisi menjadikan peserta didiknya cerdas, berkepribadian tinggi, dan mampu menjadi problem solver. Sekolah menargetkan output-nya mampu menjadi pemimpin masa depan bahkan pembangun peradaban, tidak sebatas diperolehnya ijazah agar mudah mendapat pekerjaan.

Keluarga dan masyarakat pun harus memiliki cara pandang yang sama ketika menyekolahkan anak remaja mereka. Motivasinya bukan materi atau sekadar nilai-nilai yang memuaskan orang tua.

Lebih dari itu, remaja ketika bersekolah menjadi remaja yang pintar akademik juga saleh dan salihah. Bertambahnya ilmu membuat semakin kuat imannya dan semakin taat kepada syariat dalam perilaku mereka.

Oleh karenanya, dalam mendidik remaja harus ada kesesuaian visi dan saling dukung antara negara dengan kebijakan pendidikan di sekolah, aturan yang berlaku di masyarakat, dan pembinaan di rumah oleh keluarga. Kondisi ideal seperti ini hanya ada dalam tatanan kehidupan yang menerapkan Islam secara kafah dalam seluruh aspek. [MNews/Rgl]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *