Membersamai Remaja Muslim Terikat dengan Ajaran Islam

Membersamai Remaja Muslim Terikat dengan Ajaran Islam

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, KELUARGA — Tidak ada seorang pun yang lahir ke dunia ini sudah memiliki pemahaman agama. Rasulullah saw. bersabda, “Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Orang tuanya yang akan membuat dia Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR Muslim)

Untuk itu, tidak bisa berharap anak remaja kita langsung taat secara instan ketika disampaikan ajaran agama Islam kepadanya. Remaja muslim sangat butuh pengetahuan dan penanaman pemahaman Islam agar ia sadar untuk memproses diri menjadi remaja takwa yang terikat dengan ajaran Islam.

Allah Menciptakan Manusia Beserta Tuntunan Hidup

Allah Swt. tidak membiarkan manusia begitu saja ke dunia setelah diciptakan-Nya. Namun, Sang Pencipta menurunkan agama Islam sebagai risalah yang menuntun perjalanan hidup manusia di dunia. Tanpa ada yang memandu, maka manusia akan bingung, tidak jelas arah bahkan tersesat dalam perjalanan hidupnya. Siapa pun ia, baik orang tua, keluarga, dan remaja muslim sangat memerlukan panduan ini.

Kesadaran tentang pentingnya ajaran Islam sebagai panduan berfikir dan berperilaku akan mendorong setiap muslim termasuk remaja untuk mencari dan menimba ilmu agama agar jalan hidupnya lurus. Kesadaran ini pula yang secara alami akan mengharuskan seorang muslim terikat dengan ajaran Islam. Ketika terikat kepada ajaran Islam, maka remaja muslim akan memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya.

Penting bagi para orang tua muslim untuk membentuk kesadaran ini pada anak remaja mereka. Kesadaran seorang hamba Allah bahwa mereka sangat butuh terhadap ajaran Islam sehingga Islam tidak menjadi sesuatu yang asing bagi remaja muslim, apalagi sampai ada perasaan tertekan dalam melaksanakan ajaran agama. Ini karena Islam adalah agama yang sempurna yang memuaskan akal, sesuai fitrah, dan menenteramkan jiwa manusia.

Allah Swt. berfirman, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Kucukupkan untuk kalian nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam menjadi agama kalian.” (QS Al-Maidah: 3)

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Sesunggunya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 208)

Remaja Muslim Tidak Tunduk pada Hawa Nafsu

Meskipun manusia diciptakan sebagai makhluk sempurna, tetapi manusia juga harus sadar diri terhadap kelemahan dan kekurangannya sebagai makhluk. Potensi akal yang Allah berikan adalah pembeda manusia dengan makhluk yang lain.

Walaupun manusia punya akal dan organ-organ fisik beserta fungsinya yang luar biasa, tetapi manusia tetap tidak akan mampu membuat hidupnya berjalan teratur dan mulus hingga pasti meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Apalagi, jika hidup menuruti hawa nafsu, maka manusia tidak ada bedanya dengan hewan yang tidak berakal. Masalah demi masalah akan datang silih berganti mendera kehidupan manusia yang tunduk pada hawa nafsu.

Remaja muslim yang bertakwa tentu tidak akan menuruti hawa nafsu dalam perilakunya sehingga pembinaan pola pikir dan pola sikap sesuai Islam pada remaja muslim menjadi sebuah keharusan.

Pembinaan Islam pada remaja akan menjadikan mereka cerdas dalam menggunakan potensi yang Allah berikan. Tidak mengedapankan akalnya saja apalagi tunduk pada hawa nafsu.

Allah Swt. berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah,” (QS Shad: 26)

Rasulullah saw. juga bersabda, “Tidaklah beriman seseorang di antara kalian hingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.” (HR Abu Hatim dalam Shahih-nya).

Apa yang dibawa Nabi Muhammad saw. tidak lain adalah risalah Islam itu sendiri. Oleh karena itu, remaja muslim yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya tentu akan menundukkan setiap keinginannya dengan Islam.

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.” (QS Al-Ahzab : 36)

Remaja muslim yang terbina dengan Islam kafah akan terbentuk kepribadian muslim yang tinggi pada dirinya. Ia akan bermental kokoh, tidak mudah terpengaruh dan tidak mengedepankan perasaan, serta memiliki emosi yang stabil. Remaja seperti ini jauh dari kondisi tertekan dengan setiap apapun yang datang dari Islam. Baik perkara yang wajib dan sunnah baginya, maupun terhadap perkara yang hukumnya mubah, makruh dan haram. Ia akan menjadi remaja yang sabar dalam menaati Allah dalam setiap tingkah lakunya.

Pembinaan Islam kafah ini yang menjadikan remaja muslim kuat dan sabar dalam menjalani proses kehidupannya. Orang tua adalah pihak yang terdepan dalam mendukung upaya pembinaan kepribadian Islam remaja ini. Berikutnya, masyarakat dan negara yang sudah seharusnya menjadi wadah yang kondusif bagi terlahirnya remaja berkepribadian tangguh sebagaimana para pemuda hebat yang pernah ada di masa kejayaan Islam. [MNews/Ruh]

Foto sampul: iStock

Share

One thought on “Membersamai Remaja Muslim Terikat dengan Ajaran Islam”

  1. Setiap orang akan menanggung ujian hidup masing2. Jangan sampai keluarga menyelesaikan ujiannya dgn jalan selain Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *