Salamah bin Akwa’, Pahlawan Prajurit Infanteri Terbaik

Salamah bin Akwa’, Pahlawan Prajurit Infanteri Terbaik

Penulis: Chusnatul Jannah

Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Tidak dikenal secara umum bukan berarti tidak terkenal. Di sisi Nabi ﷺ, terdapat banyak sahabat mulia dengan segala keutamaan mereka yang saling melengkapi satu sama lain. Di antara puluhan sahabat Nabi ﷺ tersebut, ada salah satu nama sahabat yang turut serta dalam Baiat Ridwan.

Ia adalah seorang pahlawan di kalangan prajurit kaum muslim yang pemberani dan memiliki kemampuan berlari yang super cepat. Ia adalah Salamah bin Akwa’, salah satu prajurit infanteri terbaik yang dimiliki Islam dan kaum muslim.

Nasab

Iyas, putra Salamah, bercerita perihal keutamaan ayahnya sebagai salah satu sahabat Nabi ﷺ dengan satu kalimat singkat, “Ayahku tidak pernah berbohong.” Salamah termasuk ahli panah bangsa Arab yang sulit dicari tandingannya. Di dalam dirinya terhimpun keberanian, kemuliaan, dan kebaikan.

Setelah memeluk Islam, Salamah menyerahkan jiwa dan raganya secara total kepada Islam. Dengan demikian, Islam mampu mengubahnya menjadi seseorang yang berkepribadian sangat baik. Nama Al-Akwa’ yang ia sandang berasal dari nama kakeknya. Ia bernama lengkap Salamah bin Amr bin al-Akwa’ dan tinggal di Rabdzah.

Pahlawan Pemberani

Di antara karakter Salamah bin Akwa’ yang paling menonjol adalah keberaniannya. Ia berperang bersama Rasulullah ﷺ sebanyak tujuh kali dan bersama Zaid bin Haritsah sebanyak sembilan kali. Salamah terkenal sebagai prajurit yang ahli dalam memanah dan melempar tombak.

Taktik perang yang dijalankannya serupa dengan perang gerilya yang kita jumpai saat ini. Ketika musuh datang menyerang, ia menghindar. Namun, apabila musuh bergerak mundur atau istirahat, ia mulai menyerang. Dengan taktik ini, meskipun seorang diri, Salamah mampu menghalau tentara yang menyerang perbatasan kota Madinah di bawah pimpinan Uyainah bin Hishain al-Fizari. Pertempuran ini dikenal sebagai pertempuran Dzi-Qarad.

Salamah membuntuti musuh seorang diri, lalu memerangi dan menghadang mereka dari Madinah. Kemudian, Nabi ﷺ datang membawa bala bantuan, yakni prajurit yang terdiri dari para sahabat. Pada saat itulah Rasulullah ﷺ berkata kepada para sahabat, “Pasukan infanteri adalah Salamah bin Akwa’.”

Khatimah

Salamah bin al-Akwa’ wafat di kota Madinah pada 74 H. Saat itu ia berusia 80 tahun (riwayat Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 6383). Sosoknya dikenang sebagai pahlawan prajurit yang berani. Ia begitu totalitas dalam memperjuangkan dan mendakwahkan Islam bersama Rasulullah ﷺ dan para sahabat lainnya. [MNews/YG]

*Dinarasikan ulang dari berbagai sumber

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *