[Nafsiyah] Berbagai Tipu Daya di Tengah Zaman Fitnah

[Nafsiyah] Berbagai Tipu Daya di Tengah Zaman Fitnah

Muslimah News, NAFSIYAH — Allah menuntut kita untuk memahami kondisi ini. Ada beberapa indikator yang bisa kita ketahui terkait zaman fitnah yang saat ini dihadapi. Pertama, terjadi kesamaran antara yang hak dan batil. Firman Allah Taala, “Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (kaum muslim) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS Al-Anfal: 73)

Kaum muslim benar-benar sulit mengetahui suatu kebenaran. Bahkan Rasul mengatakan, “Bersegeralah melakukan amalan saleh sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia.” (HR Muslim no. 118)

Abdullah bin Mas’ud juga pernah berkata, “Kamu akan menjumpai banyak kelompok pada suatu zaman nanti. Mereka semua akan mengatakan satu sama lain, ini kitabullah dan ini sunah. Padahal mereka sebenarnya telah membuang kitabullah dan sunah di belakang punggung mereka.

Kedua, banyak terjadi kesyirikan dan kekufuran di mana-mana. Firman Allah Taala, “Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada lagi permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim.” (QS Al-Baqarah: 193)

Saat ini kaum muslim dikepung dengan berbagai ide kufur dan kesyirikan. Ide kufur yang meliputi kaum muslim datang dari sistem demokrasi kapitalistik yang menyuburkan berbagai isme sesat. Sekularisme, pluralisme, liberalisme, hedonisme, sinkretisme, dll. Bahkan semua isme tersebut disuarakan oleh para pemimpin negeri muslim.

Sungguh, ide-ide ini sangat membahayakan bagi akidah umat Islam. Saat umat Islam “bodoh” tentang akidah, maka mudah sekali bagi umat dibodohi secara sistematis.

Ketiga, umat susah bersatu dan suka berselisih di antara mereka. Allah berfirman dalam surah At-Taubah ayat 47, “Jika (mereka berangkat bersamamu), niscaya mereka tidak akan menambah kekuatanmu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan di barisanmu, sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan perkataan mereka.”

Kaum muslim mudah berselisih karena berbeda guru atau ustaz yang mengajarkan mereka. Akhirnya saling memusuhi dan menyesatkan kelompok lain. Taklid buta terjadi pada siapa pun. Padahal berbeda pendapat merupakan hal yang wajar selama bukan perkara hukum syarak.

Jangan langsung memvonis sesama muslim yang mengakibatkan permusuhan. Seperti yang dilakukan oleh orang Khawarij, mereka memerangi muslim, tetapi membiarkan orang kafir dan musyrik menyebarkan kesesatannya di mana-mana.

Keempat, zaman fitnah penuh cobaan dan ujian yang berat. Firman Allah Taala, “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak diuji? Tidak, malah setiap orang beriman harus diuji lebih dahulu, sehingga dapat diketahui sampai di manakah mereka sabar dan tahan menerima ujian tersebut.” (QS Al-Ankabut: 2)

Menegakkan kebenaran memiliki konsekuensi berat. Salah satunya yang pernah dialami oleh Ibnu Taimiyah saat dipenjara oleh rezim yang memusuhi ulama yang menyuarakan kebenaran Islam. Ia pernah berkata, “Apa yang akan diperbuat musuh-musuh kepadaku? Jika aku dipenjara, maka penjara adalah tempat untuk berkhalwat (beribadah kepada Allah). Jika diasingkan, maka pengasingan adalah tempat tamasya. Jika aku dibunuh, maka kematian adalah jalanku menuju syahid.”

Perkaatan beliau menunjukkan kesungguhan serta keteguhan dalam menyampaikan dan menegakkan kebenaran. Menegakkan kebenaran bukan perkara mudah, tidak semudah membalikan telapak tangan. Namun, hal ini semestinya tidak menghalangi kita untuk terus menyampaikan kebenaran.

Menyampaikan kebenaran merupakan kewajiban yang datangnya dari Allah Taala. Jika kita mengingkarinya, tentu mendapatkan dosa dan diganjar dengan siksa-Nya. Menyampaikan kebenaran merupakan salah satu prasyarat menuju umat terbaik. Sebagaimana firman Allah, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, serta beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran: 110)

Cara satu-satunya untuk menjaga dan membentengi akidah serta pemikiran umat dari berbagai kekufuran ialah dengan aktif mendakwahkan Islam. Turut berjuang menegakkan kembali institusi Islam yaitu Khilafah. Sebab satu-satunya institusi yang mampu menjadi perisai umat dari berbagai ide kufur dan makar jahat yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam.

Semoga Allah melindungi kita dari berbagai tipu daya di tengah zaman fitnah ini. Tetap istikamah dalam menyuarakan kebenaran karena kebatilan terus merongrong dan mendangkalkan akidah umat. Menjadi tanggung jawab bersama sebagai muslim untuk menolong agama-Nya. [MNews]

Sumber gambar: unsplash

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *