Penulis: Adi Victoria
Muslimah News, NAFSIYAH — Jumud adalah isim mashdar dari kata جَمَدَ – يَجْمُدُ – جَمْدًا وَ جُمُوْدًا yang memiliki arti beku. Dalam KBBI jumud juga berarti beku.
Di dalam kitab Daulah Islam yang ditulis oleh Syekh Taqiyuddin an-Nabhani, saat beliau mengurai penyebab kaum kafir Quraisy yang tidak menerima dakwah Rasulullah saw. di Makkah, padahal beliau saw. telah berdakwah selama 12 tahun dan selalu memanfaatkan setiap waktu serta mencurahkan segenap kemampuannya untuk berdakwah, bahkan menanggung semua jenis penganiayaan, Syekh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullah menuliskan,
نظرا لما في قلوب أهل مكة من قسوة، وما في نفوسهم من غلظة، وما في عقولهم من جمود على القديم
“Hal itu karena hati penduduk Makkah sangat keras, jiwa mereka penuh dengan kebencian, dan akal mereka MEMBEKU bersama masa lalunya”
Artinya, masyarakat kafir Quraisy waktu itu telah memiliki perasaan dan pemikiran (masa lalu) yang berpijak kepada pemikiran dan perasaan jahiliah. Pemikiran dan perasaan jahiliah ini telah mengakar dalam diri mereka. Bahkan hal itu telah membeku dalam diri mereka, sehingga dikatakan jumud (membeku).
Mereka menolak risalah Islam yang dibawa Rasulullah saw.. Bahkan, walaupun ada individu-individu yang kuat dan berpengaruh yang masuk Islam seperti Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, Hamzah bin Abdul Muthalib, tetap tidak bisa merubah pemikiran dan perasaan masyarakat kafir Quraisy.
Hal ini menunjukkan, betapa bahayanya jika hati menjadi keras dan akal menjadi jumud (membeku), sehingga sulit menerima kebenaran risalah Islam.
Dan inilah yang juga bisa kita rasakan saat ini, masih banyak yang menolak penerapan syariat Islam—walaupun mengaku muslim—dengan berbagai alasan, misalnya alasan syariat Islam akan mengancam kearifan lokal dan alasan lainnya. Hal itu tidak lain karena akalnya telah membeku (jumud), sehingga baginya hal itu sudah menjadi harga mati dan tidak boleh diganti dengan yang lain.
Khilafah yang secara sharih (jelas) adalah bagian dari ajaran Islam pun dianggap mengancam kehidupan manusia. Padahal esensi Khilafah adalah ukhuwah, syariat, dan dakwah. Padahal yang ditawarkan itu adalah Islam. Sebagaimana dulu Rasulullah saw. yang berdakwah mengajak kepada Islam dan kini mengajak untuk kembali kepada kehidupan Islam.
Dakwah Rasulullah saw. yang mengajak kepada Islam ditolak oleh masyarakat kafir Quraisy karena pemikiran mereka telah membeku (jumud). Mungkin begitu pula mereka yang sekarang menolak seruan dakwah untuk kembali kepada kehidupan Islam, mereka menolak karena pemikirannya yang telah membeku (jumud). Mereka menganggap ajaran Islam yang mereka tolak itu dianggap akan mengganggu, merusak kehidupan bermsyarakat, berbangsa dan bernegara. Naudzubillah min dzalik. [MNews/Nsy]
Sumber: t.me/adivictoria1924
Sumber ilustrasi: unsplash.com
