Muslimah News, NAFSIYAH — Suatu ketika, guru al-Faqir melantunkan bait syair Imam Syafii,
وَعَينُ الرِضا عَن كُلِّ عَيبٍ كَليلَةٌ وَلَكِنَّ عَينَ السُخطِ تُبدي المَساوِيا
Mata yang rida akan terpejam terhadap semua aib (cacat). Akan tetapi, mata yang dipenuhi kebencian, akan selalu mencari kesalahan.
Syair yang tertuang dalam Diwan As-Syafii ini meski sudah puluhan tahun beliau ucapkan, meski guru al-Faqir maupun penyairnya telah tiada, tetapi untaian kalimat indah ini selalu mengingatkan al-Faqir ketika mengarungi kehidupan.
Perilaku seseorang sangat ditentukan oleh persepsinya. Ketika persepsinya tentang seseorang, sesuatu, atau perbuatan itu baik, maka ia akan menutup mata terhadap aib apa pun yang ada padanya. Sebaliknya, kalau persepsinya tentang seseorang, sesuatu, atau perbuatan itu buruk, maka ia akan terus mencari-cari kesalahannya. Kebaikan apa pun yang dimilikinya tidak akan membuatnya cinta.
Oleh karena itu, Nabi mengingatkan, berhati-hatilah kalian terhadap prasangka. Karena prasangka adalah bisikan yang paling dusta.
Namun, meski kita tidak boleh berprasangka buruk, tetapi Islam mengajarkan kita agar berhati-hati dan tetap menjaga diri agar tidak terperosok pada kesalahan. Termasuk salah pergaulan dan salah memilih teman, apalagi pasangan hidup.
Sampai Nabi menyatakan dengan tegas, “Orang Mukmin tidak akan dipatuk ular pada lubang yang sama dua kali.” Artinya, kita tidak boleh melakukan kesalahan yang sama, apalagi dengan teman yang sama.
Hanya saja, bagi orang yang sedang jatuh cinta, ia bisa saja hilang kesadaran sebab cintanya buta dan lahir dari nafsu. Ia bahkan sanggup melakukan apa pun, termasuk maksiat. Yang demikian adalah nafsu, bukan cinta.
Cinta yang waras adalah cinta yang tulus dan ikhlas, bukan cinta buta yang bahkan tidak bisa membedakan haram dan halal, layak dan tidak layak. Al-Mawardi memberi nasihat, “Kendalikan nafsumu dengan kesadaranmu” itu kuncinya, supaya tidak terperosok dan menyesal.
Apalagi soal pilihan hidup. Urusannya dunia akhirat. Modal cantik, tampan, harta, dan kedudukan, tidaklah cukup, karena semua itu hanya bayangan. Akan hilang. [MNews/Nsy]

ماشاءلله