[Ath-Thariq] Keberhasilan Penerapan Islam Secara Praktis (Bagian 2/3)

[Ath-Thariq] Keberhasilan Penerapan Islam Secara Praktis (Bagian 2/3)

Penulis: Syekh Ahmad Athiyat

Sambungan dari Bagian 1/3

Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Perkara ketiga yang bisa melukiskan keberhasilan penerapan ideologi Islam adalah Islam tidak cukup hanya membangkitkan bangsa Arab dan melebur berbagai bangsa yang berbeda-beda dalam tanur yang satu dan sebagai umat yang satu, tetapi Islam menjadikan umat yang satu itu sebagai umat tertinggi di seluruh penjuru bumi, baik dari segi hadlarah, madaniah, tsaqafah, ataupun ilmu pengetahuan selama jangka waktu lebih dari dua belas abad sejak pertengahan abad ketujuh Masehi hingga pertengahan abad kedelapan belas Masehi. Ini merupakan rentang waktu yang hingga sekarang belum pernah ada satu bangsa atau umat pun di dunia ini yang mampu bertahan sebagai negara adidaya. Apakah setelah keberhasilan seperti ini ada keberhasilan lain yang mampu melebihinya?

Saya berpendapat untuk memasukkan beberapa bukti yang bersesuaian yang lebih jelas menunjukkan kebenaran pendapat kami ini. Saya akan mencoba untuk melampirkan beberapa bukti yang berasal dari pernyataan beberapa buku yang bersikap fair dan peneliti sejarah nonmuslim, dan hal itu dilakukan tiada lain agar lebih meyakinkan:

1. Dalam buku Ustad Qadri Tauqan, Yang Kekal Adalah Bangsa Arab, kita menemukan beberapa pengakuan dari kaum intelektual dan peneliti sejarah Barat, dan ini menjadi pernyataan yang menunjukkan lebih jelas akan tingkat kemajuan yang berhasil diraih oleh madaniah dan ilmu pengetahuan Islam, di antaranya:

a. Doktor George Sarton berpandangan bahwa sebagian peneliti sejarah berupaya untuk menyembunyikan apa yang telah disumbangkan dunia Timur terhadap peradaban, dan mereka menerangkan bahwa bangsa Arab dan kaum muslim hanya menyalin ilmu pengetahuan kuno itu saja, tanpa memberikan tambahan sesuatu pun padanya.

Beliau berkata, “Pernyataan seperti ini jelas keliru, sesungguhnya ini merupakan aktivitas yang sangat besar artinya, bahwasanya bangsa Arab telah memindahkan pundi-pundi hikmah Yunani pada kita dan menjaganya, seandainya tidak, niscaya seluruh peradaban akan tetap terbelakang selama berabad-abad.”

b. Nicholson mengatakan, “Tidaklah berbagai penemuan yang ada saat ini akan menjadi sesuatu yang pantas diingat; seandainya kita tidak merasa berutang budi atas semua ini pada peneliti bangsa Arab. Mereka telah menjadi obor yang begitu terang selama abad pertengahan yang diliputi kegelapan, terutama di Eropa.

c. Defoe mengatakan, “Warisan yang ditinggalkan Yunani tidak diperlakukan dengan baik oleh Romawi, sedangkan bangsa Arab telah menekuninya dan berupaya memperbaikinya sehingga mereka berhasil menyelamatkan warisan tersebut hingga sampai ke tangan kita pada abad modern ini.”

2. Nehru menyatakan dalam bukunya Ringkasan Sejarah Dunia, “Sesungguhnya bangsa Arab memiliki keistimewaan dengan adanya jiwa untuk melakukan penelitian yang menjadikan mereka bisa mengundang lahirnya bapak-bapak ilmu pengetahuan modern. Mereka telah membuat pengeras suara yang pertama, kompas yang pertama, dan para dokter serta ahli bedah mereka mereka memiliki popularitas mendunia yang dikenal secara merata diseluruh ufuk Eropa.”

3. Dari buku Kumpulan Pembahasan Hadlarah Islam karangan Ahmad Syaukat al-Syunuthi, kita ambil beberapa pengakuan berikut, yang diutarakan sebagaimana lisan pengucapnya:

a. Roger Beacon mengatakan, “Sesungguhnya Al-Kindi, Hasan, dan Ibnu Haitsam berada di barisan pertama bersama Ptolomeus. Seorang ilmuwan Italia, Gerolamo Cardano mengatakan bahwa Al-Kindi merupakan salah seorang dari 12 lelaki jenius yang termasuk penghuni kelas utama dalam kepandaian.”

b..Prof. Dariber, seorang Amerika mengatakan, “Bahwasanya bangsa Arab mengetahui ilmu mekanika dan menetapkan hukum-hukum jatuhnya sesuatu, dan mereka mengetahui ilmu kinetik hingga dikatakan bahwa mereka telah menulis berbagai bahasan tentang materi yang berenang dan menyelam di bawah permukaan air.”

Inilah sebagian pengakuan para ilmuwan Barat yang menjelaskan tingkat kemajuan yang berhasil diraih Daulah Islam dalam bidang ilmu pengetahuan

Sekarang akan kami sodorkan beberapa contoh kebenaran-kebenaran ilmiah yang lebih dahulu ditemukan oleh ilmuwan muslim dan menjadi asas kemajuan ilmu pengetahuan dan madaniah yang sekarang ini bisa dirasakan oleh Eropa dan dunia.

1. Ilmu Fisika: Al-Kindi menjadi orang pertama yang menulis ilmu optik dan visual, di antaranya buku Al-Manazhir yang dianggap sebagai asas berpijak berbagai karangan Roger Beacon, seorang peletak dasar “Metode Ilmiah” yang menjadi sebab kemajuan ilmu pengetahuan. Adapun Ibnu Haitsam dalam manuskripnya Al-Manazhir telah lebih dahulu meletakkan asas metode ilmiah dan bereksperimen dengan metode tersebut daripada orang Eropa yang menggunakan metode tersebut 1.000 tahun kemudian.

2. Pada tahun 807 M, Harun Al-Rasyid memberikan hadiah sebuah jam air pada Charlemagne.

3. Kimia: Bacon, seorang ilmuwan Inggris menyatakan bahwa Jabir bin Hayyan merupakan guru para ilmuwan.

4. Al-Farabi dalam bukunya Uyunul Masa’il telah lebih dahulu menemukan apa yang ditemukan Einstein tentang relativitas

5. Abbas bin Farnas, telah lebih dahulu memikirkan cara untuk terbang daripada para ilmuwan Barat.

6. Jabir bin Hayyan dikenal sebagai peletak ilmu kimia, sebagian aktivitasnya dikatakan sebagai hasil terbaik yang pernah dibuat tangan manusia dalam bidang kimia.

7. Buku al-Ghafiqi, Al-Adawiyah al-Mufradah merupakan buku yang tiada tandingannya.

8. Muhammad bin Musa bin Syakir dianggap sebagai peletak pertama ilmu aljabar yang menjadi asas bagi para ilmuwan industri, roket, dan sebagainya.

9. Dalam bukunya, Syarh Tasyrih al-Qanun, Ibnu Nafis telah 1.000 tahun menjelaskan peredaran darah sebelum ditemukan oleh William Harvey.

10. Adl-dudin Abdurrahman bin Ahmad telah mendahului Galileo, Copernicus, dan yang lainnya dalam gagasan peredaran bumi mengelilingi matahari.

Ini semua merupakan contoh sederhana yang saya sodorkan untuk menjadi bukti akan kemajuan ilmu pengetahuan yang diraih kaum muslim di Daulah Islam, jika ingin mengetahui lebih banyak, maka tersedia buku-buku lain yang lebih lengkap. [MNews/Rgl]

Bersambung ke bagian 3/3

Sumber artikel: Syekh Ahmad Athiyat, Ath-Thariq (Jalan Baru Islam)

Share

One thought on “[Ath-Thariq] Keberhasilan Penerapan Islam Secara Praktis (Bagian 2/3)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *