Penulis: Shezan A. Gerung
Muslimah News, DUNIA REMAJA – Sobat muslimah, dengan perkembangan teknologi saat ini, tentu ada aspek positif juga negatifnya. Buat anak-anak zaman now yang begitu lahir langsung melek teknologi (native digital) menggunakan ponsel pintar bukan lagi hal baru. Demikian pula cas cis cus di depan layar ponsel untuk selanjutnya diposting di media sosial, seakan sudah perkara biasa.
Media sosial yang banyak digandrungi remaja salah satunya adalah TikTok. TikTok menjadi media sosial yang paling banyak menyuguhkan konten anak muda. Mau have fun, jualan, mencari cuan lewat konten, semua ada. Selain kebutuhan entertainment dan online shop, ternyata tidak sedikit, lo, influencer yang menjadikan TikTok sebagai media untuk speak up berbagai masalah.
Jadi ingat kasus Bima kemarin, salah satu media yang banyak melambungkan kritik netizen, ya, TikTok. Ya, itulah media, ada sisi gelap dan terangnya. Tergantung siapa penggunanya dan tujuan penggunaannya.
Sebagai muslim, media adalah sarana yang sangat bermanfaat untuk menyampaikan dakwah. Eits, dakwah tidak melulu dilakukan di mimbar-mimbar masjid, lo, Sobat. Seiring perkembangan teknologi, media sosial bermanfaat banget sebagai mimbar digital warganet untuk menyampaikan kebenaran.
Belakangan makin banyak, lo, milenial yang meramaikan dunia maya dengan dakwah khas remaja. Ringan, tetapi nendang! Di tengah gelapnya dunia maya yang sesak dengan konten negatif, menyalakan cahaya dengan menyampaikan kebenaran menjadi perkara urgen bagi setiap muslim. Bagaimana caranya?
Media Sosial sebagai Mimbar Digital
Ya, media sosial adalah mimbar dakwah digital, Sobat. Berbagai media sosial yang ada pun memungkinkan penggunanya secara cepat dan mudah membuat video-video pendek yang unik. Dengan kekuatan konten yang kreatif, sesuai momentum, dan tepat sasaran, satu konten berpeluang untuk netizen peroleh.
Bukan hanya TikTok tentunya. Sobat muslimah bisa menggunakan platform lainnya dan mulai membuat konten yang berisi pesan-pesan dakwah. Bisa melalui tulisan, video, audio, atau perpaduan keseluruhannya. Tinggal pilih sesuai ketertarikan kita.
Jika zaman dulu dakwah terlaksana dengan metode konvensional, sekarang tentu berbeda. Meski demikian, materinya tetap sama. Kemasannya saja yang beda.
Makanya, dunia digital yang memesona jangan membuat kita silau. Di sisi lain, kita jangan gagap juga dalam menghadapi kemajuan teknologi. Media adalah tools alias alat yang memudahkan siapa pun dalam menyampaikan pesan.
Agar masyarakat digital tertarik dengan konten yang diproduksi, mengemas konten dengan cara kreatif dan futuristik menjadi hal penting. Sebagai wasilah alias sarana dakwah, butuh ilmu juga, dong, untuk memahami aturan mainnya.
Makanya, membekali diri dengan pengetahuan seputar media sosial dan trik penggunaannya, tidak ada salahnya, lo. Salah satunya bisa dengan menyimak berbagai paparan dari mereka yang sudah ahli dalam melejitkan dakwah digital.
Ada begitu banyak materi tentang cara memanfaatkan media sosial untuk melejitkan konten-konten islami. Buat dakwah, materi melejitkan pesan dakwah lewat media sosial ini menjadi penting banget untuk Sobat muslimah kaji. Mengapa? Ya, para selebritas saja begitu totalitas dan profesional demi mencari cuan. Apatah lagi kita yang punya niat mengais pahala. Betul, tidak?
Sobat muslimah, di tengah berjibunnya aplikasi saat ini, beberapa warganet terlihat kurang cerdas memilih momen mana yang bisa mereka bagi ke publik dan mana yang tidak boleh. Jebakan aplikasi ini memang kerap menggoda penggunanya untuk membagikan apa pun, bahkan hal yang di luar nalar. Makanya, bila ingin berkreasi menggunakan aplikasi di smartphone, sebaiknya pintar-pintar untuk memilih momen.
Memanfaatkan isu, menentukan sasaran, memilih kalimat yang tepat dan ringan, lalu mengemasnya dengan kemasan menarik adalah tahap yang penting untuk Sobat perhatikan.
Terakhir adalah konsistensi. Di sini membutuhkan komitmen sembari tetap meluruskan niat bahwa dakwah digital ini semata karena Allah. Maklum, jebakan ketenaran mudah melunturkan keikhlasan. So, tetap jaga niat dan jaga hati, ya!
Tetap Militan di Jagat Maya
Dunia maya jelas memiliki atmosfer yang berbeda dengan dunia nyata. So, adakalanya konten dakwah tidak mendapat lirikan netizen sama sekali. Jangan berkecil hati, anggap saja simpati netizen sebagai bonus. Intinya, dakwah harus tetap berjalan.
Sama saja jika suatu saat akun kita kena setrap alias penangguhan karena berbagai alasan, anggap saja itu sebagai konsekuensi. Andaipun akunnya tidak bisa balik, ya buat lagi akun lainnya. Jangan mewek. Bagi sebagian selebritas yang kadung terkenal via jalur media sosial, tidak sedikit, lo, yang menangis saat akunnya kena teguran hingga tidak balik ke pemilik akun.
Ingat, pengemban dakwah tidak boleh cengeng hanya karena kehilangan followers atau kena teguran. Bukankah giatnya kita di jagat maya semata karena dakwah? So, buatlah konten dakwah lagi dan lagi. Pokoknya a day in my life-nya Sobat sekalian semuanya tentang dakwah. Dakwah hadir di dunia maya dan dunia nyata.
Never say never untuk dakwah, Sobat. Kemaksiatan kadung mewabah di setiap lini kehidupan. Sebagai generasi milenial, sudah seharusnya sobat muslimah berani speak up dan menawarkan Islam sebagai solusi untuk membebaskan umat dari jahiliah modern. Allahu Akbar! [MNews/Rgl]
