Meski Ramadan Berlalu, Sinergi Dakwah Bersama Remaja Terus Melaju

Meski Ramadan Berlalu, Sinergi Dakwah Bersama Remaja Terus Melaju

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, KELUARGA — Ramadan tinggal menghitung hari, sebentar lagi ia akan pergi meninggalkan muslim yang beriman dan bertakwa dengan bara semangat perjuangan hingga kembalinya kehidupan Islam. Pun bagi keluarga dan remaja muslim. Penghujung Ramadan bukan awal dari kebebasan pengekangan hawa nafsu. Namun, justru tempaan Ramadan membentuk keluarga dan remaja pendakwah terus melaju menyebarkan Islam kafah di tengah umat yang rindu atmosfer ketaatan ada pada setiap waktu dan sisi kehidupan.

Dakwah adalah amal mulia yang diwajibkan Allah Swt. atas setiap muslim mukalaf. Remaja muslim pun harus melaksanakan dakwah, yaitu menyampaikan Islam kepada orang lain agar mereka paham Islam dan berperilaku sesuai dengan aturan Islam.

Dakwah yang dicontohkan Rasulullah saw. adalah dakwah yang dilakukan secara berjemaah, tidak sendiri-sendiri, dengan tujuan agar Islam dan kaum muslim mulia dengan diterapkannya Islam di semua lini kehidupan manusia. Dengan demikian, jemaah dakwah tidak hanya diisi oleh orang dewasa, tetapi juga para remaja muslim. Oleh karena itu, sinergi dakwah harus ditargetkan oleh orang tua dan keluarga.

Menapaki Jalan Dakwah Rasulullah Saw.

Allah Swt.berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (TQS Al-Ahzab: 21).

Rasulullah saw. bersinergi dengan kaum muda dalam menyebarluaskan risalah Islam. Berawal dari Rasul membina mereka di rumah Arqam bin Abi Arqam. Di antara sahabat remaja ada Ali bin Abi Thalib yang saat itu berusia 10 tahun dan Arqam sendiri baru berumur 15 tahun.

Ayat Al-Qur’an Rasulullah saw. ajarkan kepada mereka. Tidak sekadar dihafal, tetapi juga dipahami ayat demi ayatnya serta diamalkan. Ini karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia di dunia agar ia selamat melaluinya hingga mencapai surga.

Selain dibina, para sahabat Rasul pun ditempa keberaniannya dalam menyampaikan Islam. Awalnya secara sembunyi-sembunyi kepada kerabat dan sanak keluarga mereka hingga kemudian turun perintah Allah untuk mendakwahkan Islam secara terbuka.

“Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik.” (QS Al-HijrAl-Hijr:  94).

Dengan Berjemaah, Dakwah Makin Kuat

Berbagai hambatan dan tantangan dakwah dihadapi oleh Rasulullah dan para sahabatnya, termasuk sahabat yang berusia muda. Namun, semua itu tidak menyurutkan langkah dakwah mereka. Ini karena kukuhnya keimanan dan ketaatan sahabat hasil pembinaan yang dilakukan oleh Rasulullah saw. hingga Rasul mengutus pemuda Mush’ab bin Umair untuk mendakwahi para tokoh di Madinah.

Hasilnya adalah masyarakat Madinah bersedia untuk menjadikan Rasulullah saw. sebagai pemimpin mereka dan mereka akan taat kepada Islam kafah saja, serta meninggalkan keyakinan dan cara pandang mereka yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS Al-Baqarah: 218).

Di samping itu, dengan makin banyaknya kalangan yang bersinergi dalam dakwah, maka dakwah pun makin kuat dan menguatkan. Di sinilah pentingnya bersinergi dengan kalangan muda, termasuk remaja dalam amal dakwah.

Bersinergi dengan Potensi Remaja akan Melajukan Dakwah

Langkah dakwah Rasul ini harus dipahami oleh keluarga muslim karena merupakan kewajiban bagi kita untuk mengikuti Rasulullah saw.. Zaman boleh berbeda, tetapi persoalan manusia pada hakikatnya sama, yaitu cara ia memenuhi fitrah lahiriahnya berupa kebutuhan jasmani dan naluri, sesuai dengan tuntunan Islam ataukah berdasarkan arahan kapitalisme sekuler liberal.

Apalagi era digital hari ini yang sangat lekat dengan kehidupan remaja. Harusnya gawai menjadi media penyampai risalah Islam di dunia nyata maupun ruang maya. Jangan sampai fasilitas ponsel yang disediakan orang tua menjadi kesia-siaan bagi waktu dan pikiran remaja muslim.

Remaja muslim adalah anak umat yang harus dilindungi potensi dan fasilitas yang dimilikinya dari terkaman kapitalisme sekuler liberal dengan berbagai wajah manisnya, baik moderasi beragama, hedonisme, dan sebagainya.

Orang tua dan keluarga harus merangkul fisik dan mental remaja muslim agar terang bagi mereka visi hidup dan langkah pemberdayaan potensi mereka dalam dakwah Islam kafah. Berawal dari pembinaan untuk penguatan akidah dan ketaatan mereka dengan syariat Allah. Kemudian bersama remaja mendakwahkan Islam kafah yang sudah dipahami. Dakwah bisa secara langsung bertatap muka maupun content creative di dunia maya.

Sinergi dakwah yang tulus dari orang tua dan keluarga kepada remaja muslim akan mengantarkan mereka meraih kemudahan menggenggam dunia ini sebagai sarana yang akan melancarkan jalan menuju surganya Allah Swt. Berjuang bersama mengembalikan Islam kafah di kehidupan manusia guna meraih bahagia yang sesungguhnya di akhirat kelak. [MNews/Rgl]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *