Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Allah Taala berfirman, “Maka barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhan-nya, hendaklah ia beramal saleh dan tidak mempersekutukan sesuatu apa pun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS Al Kahfi: 110).
Seorang muslim baru dapat dikatakan sebagai muslim sejati jika telah mengesakan Allah Swt. dan tidak berbuat syirik. Lantas, bagaimana mungkin seorang muslim berani mengangkangi ajaran Islam, lalu mengedepankan kebijakan dan aturan manusia?
Merasa tenang saat melepaskan jilbab. Merasa benar saat ide moderasi beragama diamalkan dalam kehidupannya, sementara hukum syarak yang datangnya dari Allah Swt. diabaikan. Bergegas menyambut kebijakan penguasa dan negara, lalu berdiam diri ketika akidahnya dirusak dengan berbagai isme (sekularisme, sinkretisme, pluralisme, dll). Astagfirullah. [MNews/RY-YG]
